RELIGI  

MTPJ GMIM 12-18 Juni 2022 (HUT PI/PK ke-191) : Api Injil memurnikan dan memampukan menilai zaman

Kata “perpecahan” bahasa asli “hairesis” bidah, berarti memilih salah satu dan menolak pilihan lainnya. Ini dapat digunakan untuk menjelaskan (1) seseorang yang percaya ajaran palsu atau (2) ajaran sesat itu sendiri.

Juga bisa berarti mazhab, aliran agama, fraksi, perpecahan, skisma. Memang Yesus datang untuk menyelamatkan manusia, tetapi sekaligus untuk menyatakan penghukuman bagi mereka yang menolak-Nya.

Ayat 54-57. Yesus Kristus memberikan ilustrasi tentang pengetahuan orang Yahudi yang pandai menilai gejala alam tentang kemungkinan hujan dan panas. Kemampuan meramalkan apa yang akan terjadi berdasarkan pengalaman.

Yesus Kristus mengatakan orang Yahudi, Farisi, Ahli Taurat dan para Imam sebagai orang munafik. Karena kedatangan Mesias telah dinubuatkan oleh nabi-nabi. Dan Yesus Kristus dengan kuasa-Nya, melakukan mujizat, keajaiban-keajaiban sesuai nubuatan nabi-nabi di hadapan mata mereka.

Dan Yesus Kristus bertanya: “mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar?” Karena mereka tidak percaya dan menolak Yesus Kristus sebagai Mesias, Juruselamat.

Ayat 58. Perpecahan, pertentangan dan perlawanan terjadi antara murid Yesus Kristus dengan orang-orang yang menolak-Nya sebagai Mesias, Juruselamat.

Pemerintah yang dimaksud Yesus Kristus adalah Raja Kerajaan Allah yang akan datang menghakimi mereka yang melawan atau menolak-Nya.

Berdamailah…di tengah jalan. Artinya bertobatlah selagi masih ada waktu sebelum hari penghakiman datang. Dan menghukum orang yang tidak percaya, murtad dan mendua…ke dalam penjara… ke dalam neraka.