RELIGI  

MTPJ GMIM 12-18 Juni 2022 (HUT PI/PK ke-191) : Api Injil memurnikan dan memampukan menilai zaman

PEMBAHASAN TEMATIS

Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Ayat 49-50 “Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala!

Api yang dimaksud Yesus Kristus adalah Injil. Seperti api membakar untuk memisahkan logam mulia dari logam lain atau benda lain yang melekat padanya, maka Api Injil memurnikan orang beriman dan memisahkan dari yang tidak beriman.

Api juga berarti penghukuman. “Ia akan membaptis kamu dengan … api. Alat penampi sudah di tangan-Nya untuk membersihkan tempat pengirikan-Nya…debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.” (Luk 3:16-17)

Ayat 51-53. Karena itu, Yesus Kristus datang ke bumi bukan membawa damai melainkan pedang dan pertentangan antara orang yang murni imannya dengan orang yang mendua imannya (ambigu) dan mereka tidak beriman. Bahkan pertentangan itu terjadi di dalam keluarga.

Seperti nubuatan Nabi Mikha: ”Janganlah percaya kepada teman, janganlah mengandalkan diri kepada kawan! Jagalah pintu mulutmu terhadap perempuan yang berbaring di pangkuanmu! Sebab anak laki-laki menghina ayahnya, anak perempuan bangkit melawan ibunya, menantu perempuan melawan ibu mertuanya; musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.”(Mikha 7: 5-6)

Ayat 50. Yesus Kristus mendamaikan manusia dengan Allah; merekonsiliasi atau memulihkan hubungan yang rusak. “Aku harus menerima baptisan” artinya kematian atau penghukuman atas dosa manusia ditanggung-Nya.

Yesus menerima baptisan itu bukan karena Ia berdosa, tetapi justru untuk membuktikan bahwa Dia berasal dari Allah dan diutus Allah untuk menjadi agen pemurnian tersebut.

Akan tetapi misi pendamaian-Nya ditentang dan ditolak oleh ajaran yang menyesatkan. “Sebab di antara kamu harus ada perpecahan, supaya nyata nanti siapakah di antara kamu yang tahan uji.” (1 Kor.11:19).