Manado kini berusia 399 tahun, berikut sejarah nama Manado yang masih diperdebatkan

Sumber lainnya menyebutkan bahwa penggantian Wenang menjadi Manado bukan dilakukan oleh Spanyol, tetapi oleh Belanda.

Sebab tahun 1682 yang berkuasa dan menjajah Sulawesi Utara bukan lagi bangsa Spanyol, tetapi VOC Belanda.

Sebab pada tahun 1677 sampai 31 Agustus 1682, Gubernur Jenderal Hindia Belanda di Ternate, Dr. Robertus Padtbrugge datang di Manado mencatat sisa-sisa penduduk kerajaan Bowontehu (kini Manado Tua) termasuk yang ada di Sindulang.

Mengapa Wenang harus diganti menjadi Manado? Sebab di dalam dokumen dan surat-surat penting bangsa Portugis, Spanyol dan Belanda, nama Manado banyak tercantum dan lebih dikenal dibanding Wenang.

Tahun 1623, nama Manado mulai dikenal dan digunakan di dalam surat-surat resmi. Itulah alasannya sehingga Wenang diganti menjadi Manado.

Untuk menjaga nilai sejarahnya, di belakang kata Manado ditambahkan kata tua, sehingga menjadi Manado Tua hingga saat ini.

Versi lainnya menyebut bahwa nama Manado sebelumnya adalah Pogidon. Pogidon sering diidentikan dengan Wenang.

Benarkah Pogidon sama dengan Wenang? Pogidon dan Wenang, adalah dua negeri yang berbeda.

Wenang adalah negeri yang besar dan luas, yang kemudian namanya diubah menjadi Manado; sedangkan Pogidon adalah lokasi pemukiman kecil, yang merupakan bagian dari wilayah Wenang.