RELIGI  

MTPJ GMIM 5-11 Februari 2023 : Gereja sehat berbuah bagi kemulian Tuhan

PEMBAHASAN TEMATIS

Pembahasaan Teks Alkitab (Exegese)

Injil Yohanes ditulis setelah Yesus Kristus mati dan bangkit, ketika bangsa Romawi menghancurkan Bait Allah di tahun 70 Masehi.

Banyak orang Yahudi yang menerima ajaran Yesus mulai dihambat di tempat-tempat pertemuan mereka (Sinagoge) untuk mencegah penyebarluasan berita tentang kebangkitan Yesus Kristus (lih. Yoh 9:22-23, 12:42, 16:1).

Maksud penulisan Injil ini “semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya bahwa Yesus-lah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.“ (Yohanes 20:31)

Penulis Injil Yohanes memberikan banyak perhatian kepada tiga pertanyaan pokok yaitu:

1) Siapakah Yesus Kristus?
2) Apa perbuatan Yesus Kristus yang membuktikan bahwa Ia adalah Anak Allah?
3) Bagaimana hubungan antara para pengikut Yesus Kristus dan orang-orang yang menentang-Nya?

Pokok tentang siapakah Yesus antara lain digambarkan bahwa Ia adalah pokok anggur yang benar (15:1).

Ketika menjelaskan tentang diri-Nya dan apa yag Tuhan Allah sedang kerjakan melalui diri-Nya, Ia menggunakan kata : Aku adalah” (ego eimi).

Kata ini sama dengan nama Tuhan Allah ketika memperkenalkan diri-Nya kepada Musa. (Kel. 3:13-15).

Dalam Kitab Perjanjian Lama bangsa Israel sering digambarkan sebagai pohon anggur (band. Hos 10:1, Yl. 1:7, Yer. 6:9, Maz. 80, Yeh. 15)