Makna dan Implikasi Firman
Injil Yohanes 19:16b-27 menyaksikan peristiwa proses penyaliban Yesus Kristus yang secara khusus memberi perhatian pada peran Pilatus, Imam Kepala, Prajurit dan keluarga Yesus Kristus.
1. Pilatus dan Imam Kepala fokus perhatiannya adalah kekuasaan, jabatan dan keuntungan ekonomi.
Mereka memanfaatkan peristiwa penyaliban Yesus Kristus untuk menanamkan pengaruh publik tentang siapa yang lebih berkuasa.
Mereka tidak peduli dengan biaya atau akibat penderitaan yang harus ditanggung oleh warga yang lemah tetapi hidup benar dan adil.
Mereka tidak peduli terhadap penderitaan Yesus Kristus yang tidak bersalah. Tujuannya adalah agar otoritas kekuasaannya ditakuti dan dihormati orang.
Orang yang takut dan menghormati suatu otoritas kekuasaan akan tunduk, setia dan mengokohkan kemapanan.
Otoritas gereja kiranya jangan berperilaku seperti Pilatus dan Imam Kepala yang hanya peduli dengan kepentingan pribadi, kelompok dan memanfaatkan berita Yesus Kristus yang disalibkan sebagai objek. Bukan sebagai subjek hakikat pemberitaan gereja.
2. Sebagai warga gereja kita jangan menjadi seperti para prajurit yang memanfaatkan ketidakberdayaan Yesus Kristus untuk mengambil keuntungan, tanpa ada sedikitpun empati dan simpati terhadap orang yang menderita.
Bahkan turut serta menjadi penyebab orang menderita demi keuntungan ekonomi.


















