3. Sebagai keluarga Kristen kita perlu belajar dari keluarga Yesus Kristus terutama ibu, tante dan sepupu-Nya yang setia dan berani mengambil risiko di saat anggota keluarga atau saudara sedang berada dalam bahaya, menderita dan butuh pertolongan.
Orang Kristen harus memiliki belas kasihan, empati dan solidaritas. Yesus Kristus mengajarkan kita untuk tetap mengasihi dan peduli terhadap keluarga dan sesama, bahkan dalam situasi sulit.
4. Orang Kristen harus berperilaku seperti Yesus Kristus, kendati berada dalam kesusahan dan penderitaan, namun memberi perhatian terhadap perasaan dan pergumulan orang lain, menguatkan dan menghibur yang sedih hati.
Artinya janganlah kesusahan dan penderitaan kita menambah perasaan kesedihan orang lain. Sikap Yesus Kristus merefleksikan kepedulian Tuhan Allah bahwa tidak ada yang luput dari perhatian-Nya. Ia mengetahui apa yang sedang dialami manusia.
5. Dunia tidak menghargai dan membenci Yesus Kristus, tetapi kebenaran dan kemuliaan-Nya tidak bisa dihapuskan dan dibatalkan oleh kekuatan dan kekuasaan apapun di dunia ini.
Yesus Kristus adalah Raja yang sejati, meskipun dunia menolak menghina-Nya. Kasih-Nya tak terbatas, bahkan di ten gah penderitaan. Salib Kristus mengingatkan kita akan pengorbanan, kasih, dan kebenaran yang kekal.
6. Marilah kita memikul salib dengan berani, tanpa malu demi hidup adil, benar, kudus sehingga dunia melihat kita akan memahami makna Salib dan akan percaya serta mengikuti-Nya.
Sebagai orang Kristen, jadikanlah memikul salib sebagai gaya hidup. Matius 16:24. “Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.


















