Bolmut, BERITASULUT.CO.ID – Dugaan skandal mesum yang terjadi di Kantor Dinas Perkimtan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) kini menjadi sorotan tajam publik. Sebuah video berdurasi 2 menit 17 detik yang diunggah oleh akun Facebook bernama Budi Ponamon Masuara telah menggemparkan jagat maya.
Dalam video yang kini tengah viral itu, terlihat seorang pria berbadan gemuk mengenakan kaus hitam dan celana panjang bersama seorang perempuan berbaju daster biru. Ironisnya, adegan tak senonoh itu terjadi di dalam ruangan Kepala Dinas Perkimtan Bolmut, sebuah fasilitas negara yang seharusnya digunakan untuk kepentingan pelayanan publik, bukan untuk perbuatan amoral.
Video tersebut telah ditonton lebih dari 78 ribu kali dan dibagikan sebanyak 420 kali, menunjukkan betapa besarnya perhatian publik terhadap skandal ini. Tidak hanya perbuatan kedua pelaku yang disorot, tetapi juga instansi terkait yang diduga memberikan akses hingga ruang kepala dinas bisa digunakan untuk hal-hal tak pantas.
Gelombang kemarahan netizen pun tak terbendung. Berikut beberapa komentar pedas yang menggambarkan kekecewaan publik:
Jamal Bolota: “Kalau memang suami-istri, ada kos, ada penginapan. Jangan di kantor atau bangunan milik negara!”
Sendrawaty Mamonto: “Saya kira cuma di rumah yang boleh pakai daster, ternyata di kantor juga boleh?!”
Jibran Hakim: “Walaupun sudah menikah, tapi kenapa harus di kantor? Pakai fasilitas negara pula! Kantor itu untuk pelayanan masyarakat, bukan tempat mesum!”
Farasdak Alin Alamri: “Ini masalah besar! Fasilitas negara dipakai dan dikuasai oleh orang yang tidak jelas untuk melakukan sesuatu yang tidak pantas. Parah! Siapa kepala dinasnya? COPOT!”
Dafit Kakatua: “Terlepas dari urusan pribadi mereka, masalah utamanya adalah tempat! Ini kantor pemerintah, bukan hotel! Bagaimana bisa dua orang yang tidak memiliki kapasitas resmi masuk dan menggunakan ruangan kepala dinas? Apakah ada izin dari pihak dinas? Ini jelas penyalahgunaan aset negara yang bisa dipidanakan!”
Dika: “Orang lagi enak-enak, kalian malah ganggu?!”
Dugaan penyalahgunaan fasilitas negara ini semakin mempertegas betapa lemahnya pengawasan di lingkungan pemerintahan Bolmut.
Masyarakat kini menuntut transparansi dan akuntabilitas dari Pemda Bolmut. Bagaimana mungkin kantor pemerintahan bisa digunakan untuk hal seperti ini tanpa ada pihak yang bertanggung jawab?
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemda Bolmut maupun otoritas terkait. Namun, publik tak akan tinggal diam. Kasus ini harus diusut tuntas! Jika terbukti ada kelalaian atau bahkan keterlibatan pejabat dalam memberikan akses, maka sanksi tegas harus dijatuhkan.
Skandal ini adalah bukti nyata bahwa institusi pemerintah yang seharusnya menjadi tempat pelayanan rakyat kini justru dinodai oleh tindakan amoral. Masyarakat menunggu, apakah kasus ini akan diusut tuntas, atau justru dibiarkan begitu saja.
(FHIK)


















