Pemkot Manado akan buka paksa gembok insenerator, ini penjelasan Sekda Lakat

  • Bagikan
Sekda Kota Manado Micler CS Lakat menjelaskan persoalan insenerator.
Sekda Kota Manado Micler CS Lakat menjelaskan persoalan insenerator.

MANADO, BERITASULUT.CO.ID – Pekan lalu, sejumlah anggota DPRD Kota Manado meninjau beberapa lokasi tempat incinerator atau insenerator (pembakar sampah). Dan ditemukan ada insenerator yang belum digunakan karena digembok.

Hal itu tidak dibantah Pemerintah Kota Manado. Bahkan Sekda Miclet CS Lakat SH MH membenarkan kalau insenerator itu belum dioperasikan karena beberapa sebab.

“Kita (Pemkot, red) bisa saja membuka gembok yang dipasang itu. Karena insenerator itu sudah menjadi milik Pemkot Manado. Hanya saja ada yang harus diselesaikan,” ujar Sekda Lakat, Rabu (26/02/2020) sore.

Justru saat ini, diungkapkannya, Pemkot Manado lagi memfasilitasi antara PT Artakara selaku pihak ketiga dengan pemegang hak paten yakni ibu Corry Sanger dan suaminya Prabowo.

“Jadi Ibu Corry dan Pak Prabowo ini yang punya hak paten. Nah mereka perlu perusahaan agar kerjasama dengan Pemkot Manado bisa dilakukan. Maka mereka menggunakan jasa PT Artakara ini. Pemkot sudah menyelesaikan pembayaran sejak Desember 2019 lalu. Jadi masalahnya di sini sebetulnya bukan lagi antara Pemkot dengan perusahaan, tapi antara ibu Corry dan perusahaan. Mungkin perusahaan belum menyelesaikan kewajibannya kepada ibu Corry, makanya ibu Corry yang gembok itu insenerator itu,” ungkap Sekda Lakat.

“Pak Walikota minta Pemkot yang fasilitasi dulu masalah antara perusahaan dengan ibu Corry. Kalau memang tidak ada titik temu keduanya, maka Pemkot akan buka gembok tersebut, karena sudah menjadi milik Pemkot Manado. Kita kasih waktu beberapa hari kedepan,” ujar Sekda Lakat.

Soal pembayaran insenerator tersebut, ia memastikan sudah lunas, dengan rincian pembayaran sebanyak 3 kali.

“Pembayaran pertama sesuai SP2D Nomor 72 tanggal 21 November 2019 sebesar 1,9 Miliar. Kedua SP2D Nomor 2086 tanggal 17 Desember 2019 sebesar 3,9 Miliar. Dan ketiga SP2D Nomor 2345 tanggal 30 Desember 2019 sebesar 3,9 Miliar. Jadi kalau ada yang bilang Pemkot belum melunasi, itu salah,” tegas Sekda Lakat.

Baca Juga:  Besok 1715 CPNS Pemkot Manado ikut SKD, ini yang harus dibawa peserta

Sekali lagi, kata dia, jika waktu yang diberikan Pemkot kepada pihak ketiga dan yang punya hak paten belum juga ada penyelesaian, maka Pemkot Manado akan membuka gembok itu.

“Kita sudah ada sumber daya manusia yang dilatih untuk mengoperasikannya. Kita akan buka gembok itu, tapi sekali lagi Pak Walikota bilang ajak dulu pihak terkait untuk bicara, difasilitasi,” tandas Sekda Lakat.(DONWU)

  • Bagikan