Dijelaskannya, di Kota Manado punya taman laut seperti Bunaken yang tidak dimiliki di Toraja. Begitu juga di Toraja punya kekayaan alam pegunungan dan wisata adat berupa kubur goa dan lain-lain yang tidak dimiliki Manado.
“Obyek wisata kita (Manado dan Toraja) tidak saling mengganggu. Kita saling menjual pariwisata kita. Turis-turis mancanegara maupun domestik yang datang ke Manado kami sarankan pergi ke Toraja. Begitu juga sebaliknya turis yang datang ke Toraja dorong mereka supaya ke Manado,” ujar Wali Kota GSVL.
Panjang lebar yang disampaikannya, khususnya terkait bagaimana merawat kerukunan, toleransi, serta bersama-sama memajukan pariwisata. Plh Bupati Rede Roni Bare pun menyambut baik apa yang disampaikan Wali Kota GSVL, dan salut dengan visi pariwisatanya.
“Visi pariwisata yang dibawa pak Wali Kota Manado sangat baik, itu perlu kita dorong bersama untuk kemajuan daerah kita masing-masing. Kita saling jual pariwisata kita. Dan siapa tahu dalam waktu dekat penerbangan Manado-Toraja dan sebaliknya bisa terwujud, kita doakan,” ujar Rede Roni yang juga menjabat Sekda Toraja Utara.
Mengingat masa jabatan Wali Kota GSVL akan segera berakhir 9 Mei 2021 mendatang, maka apa yang disampaikan Bupati Toraja Utara maupun Bupati Tana Toraja, akan ia titipkan ke Wali Kota Manado terpilih Andrei Angouw.
“Kiranya kerjasama antara Kota Manado dan Toraja, baik Tana Toraja maupun Toraja Utara, bisa berlangsung terus menerus di segala aspek,” ucap Wali Kota GSVL.
Usai tatap muka yang dilakukan sesuai protokol kesehatan, Wali Kota GSVL dan isteri bersama rombongan FKUB-BKSAUA Kota Manado dijamu makan siang oleh Bupati Toraja Utara dan jajarannya.















