Sesudah itu Elisa menyaksikan Elia terangkat dari hadapannya, dijemput oleh kereta berapi dengan kuda berapi, suatu kendaraan tercepat waktu itu dan sering dipakai dalam peperangan sebagai alat transportasi. Ini pertanda permintaan Elisa terkabul (lih. ayat 11-12).
Nyatalah bahwa Elia telah memilih Elisa sebagai generasi penerus, untuk melanjutkan tugas kenabiannya (bdk. 1 Raja-Raja 19:19) dengan tindakan simbolis: melempar jubah- nya kepada Elisa ketika ia berjalan melewati Elisa yang sedang membajak sawah.
Tindakan ini juga menandakan bahwa Elia menghendaki Elisa untuk melanjutkan jabatan pelayanan kenabian, ia sudah mempersiapkan generasi penerus dengan baik.
Penggantian pelayanan bukan hanya sekedar regenerasi biasa tetapi juga merupakan penerusan kuasa ilahi dari seseorang pada penggantinya (ayat 13-15), itu terbukti ketika jubah milik Elia dipukulkan ke atas air sungai Yordan oleh Elisa, air sungai Yordan terbelah menjadi dua. Peristiwa ilahi ini disaksikan oleh rombongan nabi yang menyertai Elisa.
Para nabi merasa kuatir sehingga berusaha mencari Elia tapi tidak menemukannya. Inilah bukti bahwa Elia tidak ada lagi di bumi; bagi Elisa tindakan itu sia-sia karena ia tahu kemana Elia berada; peristiwa itu adalah pekerjaan Tuhan (ayat 16-18).















