RELIGI  

MTPJ GMIM 29 Agustus – 4 September 2021: Regenerasi kepemimpinan dalam pelayanan

Makna dan Implikasi Firman

Regenerasi/pergantian pelayanan dari generasi ke generasi baru merupakan tindakan yang sesuai dengan kehendak Allah. Dengan pergantian pelayanan ini, firman Allah hadir dari generasi ke generasi.

Konsistensi bergereja pun tetap terjaga sehingga dapat menata pelayanan dalam membangun peradaban di era dispursi ini. Sebab itu regenerasi pelayanan harus memperhatikan kehendak Allah.

Apa yang dikehendaki-Nya bagi yang memberikan dan menerima penerusan pelayan Ilali itu. Juga harus dipersiapkan dengan baik seperti yang dilakukan oleh Elia, ia memperlengkapi Elisa dengan cara menguji ketaatan dan kesetiaan Elisa padanya (sebagai nabi Allah) apakah: tetap loyal serta konsisten dalam pelayanan.

Karena itu generasi penerus wajib memperoleh roh kenabian (yang berasal dari Allah) dari pendahulunya dengan jalan meminta. Roh inilah yang nantinya memperlengkapi untuk memperkokoh kehidupan gereja dan bangsa. Tuhan pasti mendengar permohonan kita (bdk. Yohanes. 15:7).

Regenerasi pelayanan bukan sekedar pergantian kepemimpinan biasa atau sebatas ungkapan: “setiap orang ada masanya dan setiap masa ada orangnya” tapi melebihinya, karena dalam pergantian pelayanan, generasi penerus wajib memperoleh warisan roh kenabian dari yang mewariskan pelayanan.

Bagi Elia itu suatu keharusan yang perlu diingatkan pada penerusnya. Bila demikian, maka pergantian pelayanan itu tidak perlu dikuatirkan sebagaimana yang diperlihatkan oleh Elisa yang tidak pernah kuatir terhadap keberadaanya dan juga Elia. Kalau Tuhan sudah mengutus kita, Ia pasti akan menyertai (lih. Matius 28:19-20).

 

Dalam kehidupan berjemaat sering terjadi kekuatiran terhadap pergantian pelayanan baik penatua, syamas/diaken, apa lagi pendeta. Berbagai alasan dikemukankan agar pergantian itu tertunda bahkan tidak dapat dilaksanakan.

Memang wajar sebagai manusia ada kekuatiran (seperti dialami para nabi) tapi sebagaimana Elisa yang memahami bahwa hal ini adalah kehendak Allah maka kita harus siap menerimanya dengan tidak perlu merasa kuatir.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI

Berdasarkan 2 Raja-Raja 2:1-18, apa yang saudara mengerti tentang regenerasi pelayanan?

Apa pergumulan dalam regenerasi pelayan dan bagaimana gereja mencari solusinya?

POKOK-POKOK DOA

– Para pemimpin tetap setia, loyal dan komit terhadap atasan
– Mereka yang berganti tugas pelayanan, menjalankannya dengan baik
– Jemaat tidak kuatir terhadap regenerasi pelayanan karena itu kehendak Tuhan Allah.