RELIGI  

MTPJ GMIM 17-23 Oktober 2021: Pelsus terpilih harus merendahkan diri di bawah tangan Tuhan

Makna dan Implikasi Firman

Dua hari yang lalu, Jumat, 15 Oktober 2021, kita sebagai warga GMIM, khususnya anggota sidi jemaat sudah memilih calon Diaken dan Penatua, dan hari ini Minggu 17 Oktober 2021 kita akan memilih Komisi Pelayanan Kategorial: Pria/Kaum Bapa, Wanita/Kaum Ibu, Pemuda, Remaja, Anak/Sekolah Minggu (Kompelka BIPRA) yang akan melayani pada periode pelayanan 2022-2026.

Kita percaya bahwa melalui tangan, hati dan iman yang dituntun oleh Roh Kudus, kita sudah dan akan memilih orang-orang yang nantinya menjadi hamba Tuhan, yang akan menggembalakan domba milik Tuhan dalam jemaat-jemaat di wilayah pelayanan GMIM.

Mereka akan dilantik dan diteguhkan untuk melaksanakan tugas sesuai dengan apa yang dipercayakan dan diberikan kepada mereka oleh Tuhan Yesus melalui GMIM sebagai Gereja-Nya. Namun perlu direnungkan dan menjadi pertimbangan iman kita bersama ialah soal merendahkan diri di bawah tangan Tuhan.

Inilah yang menjadi tema perenungan kita disepanjang minggu ini, dengan maksud memberi pemahaman bahwa semua yang memilih pelayan Tuhan ini bukan memilih atas hasrat hati sendiri dan mereka yang dipilih bukan karena kebaikan, kegagahan, dan kekuatan atau performa (penampilan) mereka sendiri, melainkan karena dipilih oleh Tuhan Yesus (Yohanes 15:16).

Merendahkan diri di bawah tangan Tuhan juga dapat diartikan bahwa semua yang sudah dan akan terpilih harus menyerahkan seluruh hidup dan pelayanan mereka dalam tangan Tuhan, sehingga tidak menganggap seolah-olah diri mereka adalah penguasa di atas seluruh pelayanan jemaat.