RELIGI  

MTPJ GMIM 14-20 November 2021: Jangan mendua hati

Nasehat utama Yakobus kepada para pembacanya adalah memberi semangat seperti ayat 2 katakan “Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaaan”.

Kata pencobaan (Yunani, peirasmos) dalam teks ini menunjuk pada pencobaan yang datang dari luar diri seseorang. Bagi Yakobus, seorang Kristen hendaknya tetap bersukacita meski ada pencobaan.

Apalagi di masa awal gereja diperlukan ajaran semacam ini sebab gereja sedang dilanda berbagai penganiayaan. Sehingga Yakobus perlu menerangkan bahwa ada buah dari setiap penganiayaan yang mereka hadapi yaitu Ketekunan (Yunani: hypomone).

Ketekunan inilah yang membuat seorang Kristen menjadi sempurna (Yunani: teleos) atau lebih tepat diartikan dengan kedewasaan (Ayat 3,4).

Dalam Injil Matius 5:48, Yesus pun terhadap para pengikut-Nya menuntut hal serupa “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

Ayat 5-8, Yakobus berbicara tentang makna adanya pencobaan. Yakobus menganjurkan supaya pencobaan-pencobaan yang datang, hendaknya bukan untuk dihindari melainkan dihadapi.