Trend peningkatan merokok pada masa Covid-19 dan upaya yang perlu dilakukan

  • Bagikan

Oleh:
dr Mauliate Duarta C, MKM

PANDEMI Covid-19 telah menjadi tantangan besar bagi sistem kesehatan di seluruh dunia. Patogenesis Covid-19 melibatkan infeksi dan replikasi virus di sel epitel sistem pernapasan yang menyebabkan sindrom pernapasan akut yang menyebabkan kematian.

Pada 25 April 2020, lebih dari 187.000 kematian telah dilaporkan di seluruh dunia dan jumlah orang yang terinfeksi mencapai 2.724.809 (Organisasi Kesehatan Dunia, 2020).

Merokok merupakan faktor risiko utama penyakit tidak menular (PTM) antara lain penyakit paru obstruksi kronik, kanker, penyakit jantung dan pembuluh darah, dibetes melitus, stroke.

Adanya kondisi tersebut meningkatkan morbiditas dan mortalitas pada pasien Covid-19 (Emami, Javanmardi, Pirbonyeh, & Akbari, 2020).

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa merokok terbukti memperburuk prognosis dan infeksi Covid-19 (Vardavas & Nikitara, 2020).

Patogenesis yang mendasari adalah penurunan imunitas mukosa dan peningkatan permeabilitas sel epitel pernapasan akibat inflamasi kronis yang disebabkan karena merokok.

Baca Juga:  Jenazah pasien Covid-19 asal Tareran dimakamkan sesuai protokol kesehatan
  • Bagikan