RELIGI  

MTPJ GMIM 6-12 Februari 2022: Jabatan pelayanan adalah persembahan unjukan bagi Tuhan

Sebagai milik Tuhan, mereka diberikan (Ibr, Nathan = dikaruniakan, diserahkan) kepada Harun dan anak-anaknya untuk melakukan segala pekerjaan jabatan di Kemah Pertemuan serta mengadakan pendamaian bagi orang Israel supaya jangan kena tulah.

Ritual pentahbisan orang Lewi ini dilakukan tepat seperti yang diperintahkan Tuhan. Musa, Harun dan segenap umat Israel dengan kesungguhan menaatinya. Demikian juga dengan orang Lewi yang mengikuti seluruh tahapan ritual dengan baik.

Setelah acara ini selesai, maka mulailah pekerjaan jabatan orang Lewi di Kemah Pertemuan di dalam pengawasan Harun dan anak-anaknya. Berdasarkan imamat am orang percaya, maka panggilan pelayanan dipercayakan Tuhan kepada seluruh jemaat (Bnd Kel 19:6, Ef 4:7, I Ptr 2:9).

Terkait dengan pemberian diri maka hidup orang percaya harus menjadi persembahan unjukan bagi Tuhan. Dipersembahkan kepada Tuhan dan diberikan oleh-Nya untuk melakukan pekerjaan jabatan pelayanan.

Seluruh aktivitasnya menjadi persembahan yang hidup, kudus dan berkenan kepada Allah. Itu adalah ibadah yang sejati (Bnd Rom. 12:1). Pekerjaan jabatan merupakan anugerah Tuhan.

Jabatan ini adalah jabatan kudus yang berorientasi fungsional dan bukan organisatoris (struktural). Bagi GMIM, jabatan pelayanan sifatnya periodik (5 tahun) tetapi panggilan untuk melayani Tuhan berlangsung seumur hidup.