Kenyataan seperti ini tentu sangat mengkhawatirkan, tidak hanya menjadi persoalan sosial ataupun humanis (kemanusiaan) tapi juga menjadi pergumulan gereja.
Menyikapi kondisi seperti ini, maka kita diingatkan bahwasanya perbedaan bukanlah “jurang” yang memisahkan, melainkan ini adalah suatu kekayaan (anugerah) yang harus disyukuri.
Kita diharapkan untuk saling mensuport, menolong dan peka terhadap kepelbagaian. Sebagai warga gereja, kita memiliki tanggung jawab bersama untuk berupaya menjaga, merawat dan melestarikan nilai-nilai kebersamaan sekalipun berbeda.
Sifat atau perasaan senasib, sepenanggangan, seia sekata, sehati sepikir harus menjadi prilaku yang dikedepankan setiap orang percaya untuk menjaga tatanan kehidupan dengan membangun persekutuan yang erat bersatu seperti tema minggu ini: “Solidaritas Dalam Pelayanan”.
PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)
Surat 1 Korintus adalah merupakan tulisan Paulus yang memberikan jawaban atas berbagai persoalan dan juga terdapat beberapa pokok-pokok ajaran penting dalam kehidupan beriman jemaat.
Korintus selain terkenal dengan kota pelabuhan dan perniagaan, kota ini pun memiliki keistimewaan dalam kemajemukan budaya.
Perpaduan kebudayaan dari berbagai tempat di Korintus telah mengkondisikan kota ini menjadi tempat yang “nyaman” bagi sebagian besar orang yang hidup dalam Hedonisme (Yun: Hedone).
Sasaran utamanya adalah untuk mencari kesenangan, kenikmatan, kemewahan bahkan pemuasan hawa nafsu yang ditandai dengan suburnya pemujaan di kuil-kuil dewa/dewi.















