Dinsos Talaud: Data penerima bansos PKH harus sinkron

  • Bagikan
Olita Papalapu.

Melonguane, BERITASULUT.co.id – Bantuan Sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap II di Kabupaten Kepulauan Talaud, sementara dibagikan. Apalagi mendapat dukungan penuh Bupati Elly Engelbert Lasut (E2L).

Dalam pembagiannya ini tidak ada kendala. Hanya saja, Dinas Sosial (Dinsos) tak menampik jika ada data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tak sinkron, maka otomatis bantuan tidak akan keluar.

“Kalau di data hanya satu penulisan atau pengetikan salah, otomatis tidak akan keluar namanya. Datanya harus sinkron antara data terpadu kesejahteraan sosial dan data kependudukan,” ujar Kabid Perlindungan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial Olita Papalapu.

Dikatakannya, Dinsos hanya bisa mengusulkan nama ke Kementerian Sosial (Kemensos) atau ke Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin). Tapi, keputusan berada di Kemensos.

“Sementara fungsi Dinsos hanya memantau dan ada juga SDM PKH yang melihat langsung perkembangan di lapangan,” katanya.

Diketahui, untuk Talaud sendiri, Bansos PKH Tahap II untuk realisasi penyalurannya sudah sekira 60 persen dari 5.121 KPM.

(tal)

Baca Juga:  Vaksinasi massif, status PPKM Talaud turun ke level II
  • Bagikan