Teks proklamasi kemerdekaan Indonesia dirumuskan dan ditandatangani di rumah kediaman Laksamana Tadashi Maeda yang sekarang menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi yang berkedudukan di Jalan Imam Bonjol Nomor 1, Jakarta Pusat (Naskah rekomendasi Penetapan Benda Cagar Budaya Nomor Be-0002/TANCB/17/05/2013).
Masih dilansir dari situs Kemdikbud, sejarah teks proklamasi kemerdekaan Indonesia dimulai pada tanggal 17 Agustus 1945 dini hari. Perumusan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia dirumuskan oleh tiga tokoh.
Berikut tiga tokoh perumus teks proklamasi kemerdekaan Indonesia:
- Ir. Soekarno: berperan dalam merumuskan dan menulis teks proklamasi kemerdekaan Indonesia.
- Mohammad Hatta: berperan dalam merumuskan paragraf kedua pada teks proklamasi kemerdekaan Indonesia.
- Ahmad Soebardjo: berperan dalam merumuskan paragraf pertama dalam teks proklamasi kemerdekaan Indonesia.
Selanjutnya naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia dimintakan persetujuan kepada sidang perumusan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang seluruhnya berjumlah lebih kurang 40 orang. Kemudian teks teks proklamasi kemerdekaan Indonesia diketik oleh Sayuti Melik dengan menggunakan mesin tik.
Teks teks proklamasi kemerdekaan Indonesia tulisan tangan Ir. Soekarno sejatinya sempat dibuang karena dianggap tidak diperlukan lagi, tetapi kemudian diambil dan disimpan oleh Burhanuddin Mohammad Diah sebagai dokumen pribadi, setelah berakhirnya rapat perumusan naskah proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945.
Pada tahun 1995, Burhanuddin Mohammad Diah menyerahkan teks teks proklamasi kemerdekaan Indonesia tersebut kepada Presiden Soeharto, dan pada tahun yang sama dan disimpan di Arsip Nasional Republik Indonesia.
Pada 17 Agustus 1945, teks proklamasi kemerdekaan Indonesia mulai dibacakan oleh Ir. Soekarno didampingi Mohammad Hatta pada pukul 10.00 di serambi depan rumah Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Djakarta (sekarang Jalan Proklamasi Nomor 5, Jakarta Pusat).
Setelah pembacaan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia, bendera pusaka merah putih dikibarkan untuk pertama kalinya yang disaksikan oleh masyarakat di Jakarta.


















