Manado, BERITASULUT.CO.ID-Di Sulawesi Utara (Sulut) masih banyak jalan yang berlubang bahkan rusak parah dan memakan banyak korban.
Hal ini pun membuat Anggota Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sulut tahun 2025 Jeane Laluyan, menyoroti Kinerja dari Dinas PUPR Provinsi Sulut.
Menurut Legislator PDI Perjuangan ini sudah banyak masyarakat mengeluhkan permasalahan jalan yang berlubang.
“Saya melihat banyak yah pengeluhan-pengeluhan terjadi, apalagi saat ini kita bisa mantau lewat medsos yang ada. Banyak masyarakat sering menyuarakan akses-akse jalan di Sulut hang sudah rusak dan berlubang. Apa nanti sudah banyak makan korban baru ditindaklanjuti,”ungkap Laluyan, dalam pembahasan Lanjutan Pansus LKPJ dan Perangkat Daerah, Senin (20/4/2026).
Ia pun mengakui bahwa selama ini, Kadis PUPR tidak pernah ada dijalan untuk melihat situasi dan kondisi jalan yang ada.
“Saya pahami juga ini mungkin kurangnya anggaran. Walaupun disini ada anggaran penyelenggaraan jalan provinsi,”ucap Laluyan.
Namun, kata Laluyan kalau Masyarakat menuntut disini ada Undang undang Nomor 22 Tahun 2009, tentang lalulintas dan angkutan jalan.
“Pemerintah bisa kena. Walaupun masyarakat tidak tahu bahwa jalan provinsi yang mana dan jalan nasional yang mana. Sekilas yang bisa dibedakan adalah garis putih dan garis kuningnya. Tapi disini masyarakat tidak mau tahu karena disini mereka pikir mereka bayar pajak. Jadi pemerintah memiliki tanggung jawab dalam menjamin keselamatan pengguna jalan,”ungkap Laluyan.
Paling tidak kata Laluyan, dalam situasi ekonomi sekarang memang tidak gampang, tapi paling tidak masyarakat melihat ada tangungjawab.
“Paling tidak, kalau jalan itu sudah berlubang dan memakan korban, apalah seadanya dana untuk di tambal, langsung action. Jangan hanya menunggu bahwa itu jalan nasional misalnya, bukan tanggung jawab provinsi. Kita pemerintah tidak boleh melempar tanggungjawab seperti itu,”jelas Laluyan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas PUPR Sulut Deicy Paat mengatakan bahwa walau dirinya tidak pernah terlihar turun langsung, sebenarnya itu tidak diekspos.
“Kami terus melalukan upaya-upaya untuk bisa melakukan perbaikan, bahkan kami tidak tidur hanya untuk terus memantau.
“Saat ini memang ada anggaran untuk pemeliharan jalan sangat kurang. Karena kalau kita melakukan perbaikkan jalan 1 ruas saja memerlukan 1 Miliar. Jadi saat ini kami hanya kondisikan sesuai dengan anggaran yang ada,”pungkas Paat.
(IKA)



















