Kapolda Sulut instruksikan Irwasda tindaklanjuti penanganan kasus “dego-dego”

  • Bagikan
Pelapor kasus “dego-dego” Irene Nancy Howan didampingi kuasa hukum Clift Pitoy usai bertemu Dirreskrimum Polda Sulut di Mapolda Sulut, Kamis (13/4/2023) sore.

Manado, BERITASULUT.co.id – Kasus dugaan penyerobotan tanah di lahan eks RM Dego-Dego, atau biasa dikenal dengan kasus “dego-dego”, memasuki babak baru.

Kapolda Sulut lewat Inspektorat Pengawasan Daerah (Irwasda) Polda Sulut dikabarkan telah memerintahkan agar Laporan Polisi Nomor STTLP/477.a/X/2020/SULUT/SPKT tanggal 19 Oktober 2020 segera untuk diteliti dan ditindaklanjuti.

Diketahui, kasus dugaan penyerobotan tanah berlokasi di Jalan Wakeke, Kelurahan Wenang Utara, Lingkungan III Kecamatan Wenang, Kota Manado.

Terlapor yakni MT alias Meiky, owner eks RM Dego-Dego, dengan pelapor tetangganya sendiri yakni Christine Irene Nancy Howan dkk.

Clift Pitoy SH selaku kuasa hukum terlapor mengatakan, surat kedua tertanggal 7 Maret 2023 yang ditujukan kepada Kapolda Sulut mengenai permintaan keadilan tentang penanganan perkara di Polda Sulut telah ditanggapi oleh Kapolda Sulut Irjen Pol Setyo Budiyanto.

“Kami mendapatkan informasi dari internal Polda Sulut, yang mana surat kedua kami ini telah ditanggapi oleh Kapolda Sulut yang didisposisi ke Irwasda Polda Sulut. Saat ini Irwasda sedang memantau dan meneliti kelanjutan kasus ini sesuai dengan petunjuk dari Kapolda Sulut,” ujar Clift.

Dalam surat tersebut, lanjut Clift, ia kembali menjelaskan kronologis jalannya kasus sejak dilaporkan pada tanggal 19 Oktober 2020 sampai dengan rekomendasi dari hasil Gelar Perkara pada tanggal 17 November 2022 lalu.

Dikatakan Clift, surat permintaan keadilan kepada Kapolda Sulut ini dikirimkan karena tak diakuinya ada kegiatan Gelar Perkara pada tanggal 17 November 2022 lalu oleh Direktur Ditreskrimum Polda Sulut Kombes Pol Gani Fernando Siahaan.

I
Baca Juga:  Mabes Polri minta laporan Polda Sulut terkait perkembangan kasus "dego-dego"
  • Bagikan