Sementara itu, Inggried Sondakh mempertanyakan program yang bisa bersinergi dengan komisi II.
“Ada banyak aspirasi yang disampaikan masyarakat kepada saya, tapi belum ada yang terakomodir. Tentunya harapan saya disisa beberapa bulan ini pihak Dinas Pertanian bisa mengakomodir aspirasi yang disampaikan masyarakat,” kata Inggried.
Ia juga meminta penjelasan terkait virus ASF pada ternak babi.
“Langkah apa yang sudah dilakukan pihak dinas. Karena sampai saat ini harga daging babi masih sangat tinggi,” tukasnya.
Ada hal menarik yang terungkap dalam pembahasan dibeberkan oleh Ketua Komisi II Sandra Rondonuwu. Bahwa ada pembentukan kelompok-kelompok tani melibatkan pengusaha.
“Saya ingatkan bahwa ketika melakukan verifikasi kelompok tani harus benar-benar masyarakat berprofesi sebagai petani, karena data yang masuk kepada kami, ada kelompok yang dibentuk melibatkan pengusaha. Kami akan turun ke lapangan dan akan melibatkan Kejaksaan dan Kepolisian,” ujarnya.
(ika)


















