MITRA  

Dinas PUPR Mitra Gelar Uji Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi

RATAHAN, BERITASULUT.co.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) bekerja sama dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar menggelar acara Uji Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi pada Selasa 11 Juni 2024, di lantai 3 Kantor Bupati.

Adisam R. Amrah, S.T., pimpinan tim dari Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar, menyatakan bahwa tujuan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman tentang aturan dan perundang-undangan, khususnya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 yang mewajibkan tenaga kerja di bidang konstruksi untuk memiliki sertifikat keahlian.

“Pemahaman ini bertujuan membantu instansi terkait sebagai penyelenggara kegiatan, memastikan penyedia jasa dan penyelenggara memiliki pemahaman yang sama tentang persyaratan ini,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan inisiatif kerja sama dari Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar, yang menyediakan tempat dan menjadi tuan rumah bagi peserta dari Dinas PUPR, Dinas PMD, Dinas Perkim, serta institusi Politeknik, penyedia jasa, konsultan, dan kontraktor.

Kepala Dinas PUPR Mitra Novie Legi, melalui Kepala Bidang Bina Konstruksi Lussi Ambarukmi, menyatakan bahwa mereka berharap masyarakat jasa konstruksi semakin sadar akan pentingnya kompetensi dalam dunia kerja, khususnya di bidang konstruksi.

“Dalam kegiatan uji kompetensi ini, ada tiga jabatan kerja yang diuji, yaitu jenjang 5 untuk pelaksana lapangan pekerjaan gedung madya, Jenjang 5 untuk pengawas struktur bangunan gedung madya, dan Jenjang 6 untuk manajer lapangan pelaksanaan pekerjaan gedung,” jelas Lussi.

Acara ini dibuka oleh Sekda Kabupaten Mitra David Lalandos dan dihadiri oleh Tim Balai Jasa Konstruksi Wilayah, Tim Asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (Pertahkonas) Nicolas James Mandagi, serta 31 peserta yang diuji.

“Diharapkan kegiatan Uji Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi ini dapat meningkatkan jumlah tenaga kerja yang kompeten dalam bidangnya serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kompetensi di dunia kerja, khususnya konstruksi,” tandas Lussi. (***)