“Artinya lompatan jauh ini dihasilkan dengan jalan reformasi kebijakan seperti tol yang dahulunya diprediksi selesai 20 tahun hanya dibuat 5 tahun selesai,” ujar Liow.
Begitu juga Bendungan Kuwil, dari 7 tahun menjadi 3 tahun tuntas. Dan fakta ini benar bahwa Olly Dondokambey sebagai tokoh pejuang reformasi kebijakan nasional yang membawa Sulut semakin cepat maju.
Karena itu, Liow pun menilai tokoh satu-satunya yang bisa mempersatukan langkah Olly Dondokambey membawa Sulut bertransformasi di kancah nasional dan international adalah Steven Kandouw.
“Beliau (Steven) paham betul Sulut diarahkan kemana oleh seorang Olly Dondokambey,” tegas Liow.
Dikatakannya, Steven Kandouw memiliki kapabilitas, yang didominasi cara berpikir filsuf Calvinis ini akan membawa Sulut bertransformasi, dimana secara kasat mata Olly Dondokambey mempersiapkan Steven Kandouw dengan matang.
“Mulai dari konsep ‘kepemimpinan adalah teladan, dapat kita lihat keutuhan keluarga benar juga, jauh dari rumor ancaman hancurnya keluarga seorang politisi yang sering menjadi ancaman seorang pemimpin daerah,” ujar Liow.
Dan dengan jabatan pelayan seorang Penatua GMIM, Steven Kandouw telah teruji dalam kepemipinan ODSK.
Begitu juga membangun Sulut dalam filosofi Torang Samua Ciptaan Tuhan, dengan nilai dasar manusia hidup untuk memanusiakan manusia telah menjadikan bukti Bumi Nyiur Melambai rukun dan harmoni.
“Maka ke depan Steven Kandouw akan bertranformasi melalui kebijakannya, Sulut Rukun Aman dan Nyaman. Modal sosial inilah yang akan membawa Sulut pada lompatan kemajuan,” kata Liow.
JAM Sulut Hebat juga akhir-akhir ini ikut memantau bagaimana Olly Dondokambey memberi ruang penguatan sumber daya manusia Sulut.


















