Normans Luntungan Minta Gubernur Sulut Beri Perhatian Serius Soal Keterbatasan Kapal ke Sitaro

Normans Luntungan

Manado,BERITASULUT.CO.ID- Anggota DPRD Sulut Normans  Luntungan memberikan perhatian serius atas keterbatasan armada kapal yang melayani rute pelayaran menuju Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).

Hal ini dikatakan Legislator Partai Perindo Dapil Nusa Utara ini dalam forum resmi Paripurna DPRS Sulut, Senin (20/10/2026).

Luntungan meminta agar Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus memberi perhatian serius terhadap persoalan transportasi laut yang menghubungkan wilayah kepulauan tersebut.

Normans mengungkapkan, berdasarkan aspirasi masyarakat, jumlah kapal yang melayani rute menuju Sitaro saat ini hanya berkisar satu hingga dua kapal.

“Kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada kepadatan penumpang, terutama ketika masyarakat hendak bepergian menuju maupun meninggalkan wilayah kepulauan. Persoalan tersebut perlu segera dicarikan solusi agar keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang menggunakan transportasi laut tetap terjamin,” ungkap Normans.

Ia juga mengingatkan insiden kebakaran kapal yang terjadi beberapa waktu lalu di wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud sebagai pelajaran penting untuk meningkatkan perhatian terhadap keselamatan pelayaran.

“Tanpa menyalahkan siapa pun, saya memohon kepada Pak Gubernur agar bisa memfasilitasi persoalan ini. Sehingga transportasi ke wilayah kepulauan, terutama Sitaro, bisa segera terlaksana dengan baik,” ujar Normans.

Ia berharap pemerintah provinsi dapat memfasilitasi koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mencari jalan keluar atas keterbatasan layanan kapal tersebut.

Bagi masyarakat di wilayah kepulauan, transportasi laut bukan sekadar sarana perjalanan, melainkan kebutuhan penting untuk menunjang aktivitas ekonomi, pelayanan publik, serta mobilitas masyarakat.

Karena itu, Normans berharap adanya langkah konkret dari pemerintah agar konektivitas transportasi laut menuju Sitaro semakin baik.

“Ini sekaligus mencegah kepadatan penumpang yang berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran,”pungkasnya.

(IKA)