
BERITASULUT.CO.ID – Pemerintah RI melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian PUPR, Bappenas serta Kantor Staf Kepresidenan, menggelar Gerakan Menuju 100 Smart City tahun 2019 selama tiga hari, 4-6 November 2019 di Balai Sudirman Tebet, Jakarta. Kegiatan ini sudah dilakukan sejak tahun 2017 dengan melibatkan kota/kabupaten secara bertahap. Selama 2017-2019, telah ada 100 kota/kabupaten yang telah memiliki rencana induk yang jelas terkait smart city.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Menkominfo Johnny G Plate sekaligus membuka secara resmi Gerakan Menuju 100 Smart City 2019, dilanjutkan dengan kunjungan ke pameran dari 75 kota/kabupaten peserta dari tahun 2017 hingga 2018 yang menampilkan rencana induk serta implementasi program smart city yang telah dilaksananakan. Dan ini adalah salah satu upaya optimalisasi infrastruktur internet seperti Palapa Ring yang telah dibangun hingga ke pelosok-pelosok nusantara. “Smart City tidak bisa dibangun dalam sehari melalui program ini harus dilaksanakan secara berkelanjutan. Harapannya, pemda dapat meningkatkan pelayanan yang lebih baik dan menggenjot konsumsi produksi masyarakat dengan marketplace,” ujar Plate.
Manado terpilih menjadi salah satu dari 75 kota/kabupaten di Indonesia

Kota Manado hadir dengan konsep berbeda dan menjadi perhatian tersendiri dalam kegiatan itu, bahkan memukau pengunjung yang hadir. Walikota Manado DR GS Vicky Lumentut (GSVL) dan Wakil Walikota Mor D Bastiaan SE, mengunjungi dan melihat dari dekat kegiatan tersebut. Dalam pameran tersebut Pemerintah Kota Manado ikut menampilkan beberapa keunggulan seperti, Cerdas Command Center (C3), Aplikasi PANADA (Portal Analisis Data Berbasis Peta) Aplikasi PANADA TANTA IVA (Portal Analisis Data Berbasis Peta Tambahan Tematik Iva), Manado Call Center 112, Aplikasi Ponter berbasis Web serta berbagai aplikasi lain yang sudah dikenal di level nasional bahkan internasional.

Pameran itu menampilkan inovasi teknologi smart city di masing-masing daerah yang bisa menjadi pembelajaran daerah lainnya. Pameran itu merupakan bagian acara dari Gerakan Menuju 100 Smart City 2019 telah memasuki tahap akhir. Sebanyak 100 kota/kabupaten telah memiliki master plan (rencana induk) pembangunan berbasis smart city.
Walikota GSVL berujar, kehadiran Kota Manado karena terpilih menjadi salah satu dari 75 kota/kabupaten di Indonesia dalam Gerakan Menuju 100 Smart City. “Kedepan kiranya lewat inovasi pelayanan publik ini, terus kita tingkatkan dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat serta mewujudkan visi dan misi Kota manado yakni Manado Cerdas 2021,” ujar Walikota GSVL, Senin (04/11/2019).
Bertujuan membimbing kab/kota lebih memaksimalkan pemanfaatan teknologi

Disadur dari laman Kemenkominfo, Gerakan menuju 100 Smart City merupakan program yang bertujuan membimbing Kabupaten/Kota dalam menyusun Masterplan Smart City agar bisa lebih memaksimalkan pemanfaatan teknologi, baik dalam meningkatkan pelayanan masyarakat maupun mengakselerasikan potensi yang ada di masing-masing daerah. Sebuah kota dapat dikatakan Smart City jika di dalamnya lengkap dengan infrastruktur dasar, juga memiliki system transportasi yang lebih efisien dan terintergrasi. sehingga meningkatkan mobilitas masyarakat. Konsep itu juga menciptakan kualitas hidup masyarakat yang terus meningkat, rumah dan bangunan yang hemat energi, bangunan ramah lingkungan dan memakai sumber energy terbarukan.

Smart City merupakan pengembangan dan pengelolaan kota dengan memanfaatkan teknologi infomasi (TI) untuk menghubungkan, memonitor dan mengendalikan berbagai sumber daya yang ada di dalam kota dengan lebih efektif dan efisien untuk memaksimalkan pelayanan kepada warganya serta mendukung pembangunan. Namun sistem TI bukan tujuan utama, banyak kota yang membelanjakan TI tapi tidak mengelolanya dengan maksimal. Oleh karena itu, smart city tidak selalu untuk kota yang harus mempunyai akses internet yang memadai dan berbasis TI. Smart city juga bisa memanfaatkan dan mengelola Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM) dan sumber daya lainnya sehingga warganya bisa hidup nyaman aman dan berkelanjutan.
Smart city diharapkan dapat membantu solusi kendala perkotaan dan memberikan manfaat bagi pemerintah dan masyarakat yakni peningkatan kualitas hidup seperti efisiensi dan efektifitas alokasi sumber daya daerah, mengurangi kesenjangan dalam masyarakat, pengurangan kongesti bagi pengguna jalan, transparansi dan partisipasi publik, transportasi publik, transaksi non tunai, manajemen limbah, mengurangi polusi dan emisi gas buang, energi, keamanan, data dan informasi.(LIPSUS)


















