Pemkot Manado raih 4 penghargaan Smart City dari RKCI 2019

  • Bagikan

BERITASULUT.CO.ID – Keseriusan Walikota Manado DR GS Vicky Lumentut (GSVL) dan Wakil Walikota Mor D Bastiaan SE, dalam membangun dan bekerja untuk Kota Manado, sesuai dengan visi Manado Kota Cerdas 2021 terus membuahkan hasil.

Dan kali ini, lagi-lagi Kota Manado diganjar dengan penghargaan Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) tahun 2019. Tak tanggung-tanggu, 4 Kategori dari 9 Kategori yang dinilai berhasil dibawa pulang. Empat kategori itu, yakni Rating Ekonomi Cerdas (Smart Economy), Rating Lingkungan Cerdas (Smart Environment), Rating Keamanan dan Kebencanaan Kota (Safe and Secure Cities), dan Rating Kesiapan Integrasi (Integration Readiness).

Penghargaan tersebut diterima Asisten I Setda Kota Manado Drs Heri Saptono mewakili Walikota GSVL, didampingi Kadis Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Erwin Kontu SH dan Kabag Pemerintahan dan Humas Drs Sonny Takumansang MSi.

Penghargaan diserahkan oleh Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro yang diwakili Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristek DR Jumain Appe, bertempat di Aula Barat ITB, Bandung, Jawa Barat, Senin (18/11/2019).

Penyerahan penghargaan bertajuk “Goesmart 2019: Smart Cities Week”, merupakan forum pertemuan para peneliti, industri, pengembang, otoritas, pemerintah, kepala daerah, analis, akademisi dan lainnya yang terkait dengan solusi cerdas untuk pemerintahan, komunitas, masyarakat dan dunia usaha untuk memaparkan dan mendsikusikan hasil-hasil penelitian, pengembangan maupun usulan yang berkaitan dengan pengembangan dan penerapan solusi cerdas.

Saptono usai menerima penghargaan mengatakan bahwa penghargaan ini diterima karena Kota Manado masuk dalam karegori kota menuju cerdas dengan 4 rating yang diberikan apresiasi dalam riset dan RKCI 2019 ini. “Ini merupakan capaian yang luar biasa, kami bersyukur atas arahan dan petunjuk Walikota bersama Wakil Walikota, dan bukti komitmen Pemerintah Kota Manado dalam membangun daerah menuju Manado Kota Cerdas 2021,” ujarnya.

RKCI 2019 upaya mewujudkan kota-kota di Indonesia menuju Smart City

RKCI adalah kegiatan Riset Pemetaan dan Rating Kota Cerdas Indonesia yang ke-3 kalinya dilakukan oleh ITB. Tujuannya untuk membantu kota-kota di Indonesia menjadi kota yang lebih baik melalui pendekatan kota cerdas. Ketua Pusat Inovasi Kota dan Komunitas Cerdas ITB Prof Suhono Supangkat berujar, RKCI tersebut ingin mengetahui secara lebih detail kebutuhan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kota-kota di Indonesia.

Dia mengatakan, smart city bukanlah kota ditambah teknologi saja, bukanpula kota ditambah aplikasi, atau kota ditambah roadmap. Akan tetapi adalah bagaimana sebuah kota bisa membuat masyarakat meningkat kualitas hidupnya. “RKCI bukan untuk mencari kalah dan menang, kita ingin menyejahterakan warganya, kita ingin meningkatkan kelemahan-kelemahan yang ada untuk menjadikan kota lebih baik lagi,” ujarnya.

Selain pengumuman RKCI 2019, juga dilaksanakan diskusi dengan tema Smart Government, Smart Tourism & Island, Smart Infastructure, Ibu Kota Negara & Kota Metropolitan, dan Smart Village.

Suhono menjelaskan, upaya menciptakan kota cerdas adalah upaya terus menerus kita bersama, baik kabupaten/kota, pemerintah pusat/daerah untuk mencoba mengimplementasikan amanah UU 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai upaya terus menerus tidak hanya sampai pada pintu gerbang kemerdekaan tapi masuk kepada kesejahteraan, keadilan, dan kedamaian.

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kemitraan ITB Prof Bambang Riyanto Trilaksono menjelaskan, RKCI 2019 tujuannya bukan untuk sekedar mencari kota dengan nilai besar, melainkan untuk menjadi bahan evaluasi. “Kegiatan ini juga menjadi salah satu rangkaian dalam rangka menyabut 100 Pendidikan Tinggi Teknik Indonesia di tahun 2020,” ujarnya.

RKCI kata dia, dapat mencerminkan tujuan dari kota yaitu quality of life yang berujung pada kesejahteraan masyarakatnya. Karena masyarakatnya yang akan merasakan kemajuan-kemajuan yang dibuat oleh kotanya. “Tentu saja ITB berusaha membuat model atau frame work yang sesuai untuk diterapkan di dalam melakukan RKCI dan senantiasa akan selalu di-improve dan diperbaiki. Berbagai macam kriteria juga akan terus kami sempurnakan,” ucapnya.

Indikator pemerintah bekerja maksimal dan lebih baik lagi

Sementara itu Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Airin Rachmi Diany berujar, penilaian dalam RKCI atau penilaian apapun baik dari pemerintah secara resmi maupun dari lembaga lain adalah untuk terus melakukan evaluasi apa yang sudah dilakukan, sedang, dan apa yang akan dilakukan. Apakah ada peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat dan juga dalam rangka membuat masyarakat bahagia dan sejahtera.

“Keberhasilan suatu kota akan membagi dengan kota/kabupaten lain yang memiliki karakter berbeda. RKCI ini memastikan bahwa apa yang kita lihat dan apa yang kita lakukan dirasakan oleh masyarakat, yang menjadi salah satu indikator untuk kita bekerja secara maksimal dan lebih baik lagi. Walikota ada batasan waktu, tetapi pemerintahan akan selalu ada. Jadi bagaimana kita bisa membangun pondasi yang baik melihat apa yang dibutuhkan oleh masyarakatnya. Smart city ini memastikan masyarakatnya bahagia dan sejahtera,” ujarnya.(LIPSUS)

  • Bagikan