Akhir pekan ini Pemkot Manado gelar Cap Go Meh

  • Bagikan
Cap Go Meh Manado digelar Sabtu (08/02/2020) besok, Walikota Manado GS Vicky Lumentut menundang warga ikut meramaikan.
Walikota Manado GS Vicky Lumentut membawakan sambutan di perayaan Cap Go Meh tahun 2019.

MANADO, BERITASULUT.CO.ID – Usai pesta adat Tulude, warga Kota Manado kembali diperhadapkan dengan agenda pariwisata lainnya, yakni perayaan Cap Go Meh.

Kegiatan yang sudah masuk Calender of Event Pemerintah Kota Manado ini, melalui Dinas Pariwisata Kota Manado ini, akan digelar Sabtu (08/02/2020) akhir pekan ini.

Walikota Manado DR GS Vicky Lumentut (GSVL) pun mengundang dang mengajak warga Kota Manado untuk ikut meramaikan dan menyukseskan kegiatan ini.

“Puji Tuhan sampai saat ini setiap kegiatan adat dan budaya maupun keagamaan selalu berjalan lancar dan meriah. Nah, akhir pekan nanti akan ada peracayaan Cap Go Meh, 8 Februari 2020. Masyarakat Kota Manado saya undang kita ramai-ramai menyaksikan kegiatan tersebut,” ujar Walikota GSVL, Kamis (06/02/2020).

Dikatakannya, Pemkot Manado telah membangun suatu wadah yang namanya ‘Rumah Besar Kita Bersama’, yang di dalamnya terdapat perbedaan suku, budaya, agama, golongan dan berbagai macam keanekaragaman lainnya.

“Kerukunan mutlak dan prioritas dipertahankan di Kota Manado. Karenanya, beragam kegiatan keagamaan, adat dan budaya di kota kita ini harus disukseskan, termasuk Cap Go Meh ini,” kata Walikota Manado dua periode ini.

Cap Go Meh melambangkan hari ke-15 dan hari terakhir dari masa perayaan Tahun Baru Imlek bagi komunitas Tionghoa di seluruh dunia. Istilah ini berasal dari dialek Hokkien dan secara harafiah berarti hari kelima belas dari bulan pertama (Cap = Sepuluh, Go = Lima, Meh = Malam). Ini berarti, masa perayaan Tahun Baru Imlek berlangsung selama 15 hari.

Perayaan Cap Go Meh di Manado diadakan rutin setahun sekali. Pada Cap Go Meh, jalanan di sekitar daerah Kampung Cina (Pecinan) Manado akan ditutup. Akan diadakan arak-arakan kio yang dinaiki oleh tangsin (wadah roh suci).

Baca Juga:  Walikota GSVL tegaskan PD Pasar tidak perlu setor PAD

Prosesi arak-arakan biasanya berlangsung hingga larut malam sampai waktu kunci sembahyang. Setiap klenteng akan mengarakan dewa atau dewi tertentu berdasarkan klenteng masing-masing.(DONWU)

  • Bagikan