Pelantikan PD-BPD Silian Kota terganjal, diduga ada intervensi oknum Anggota Dewan

  • Bagikan
Ilustrasi.
Ilustrasi.

SILIAN RAYA, BERITASULUT.co.id – Jika sebelumnya beberapa media massa memberitakan adanya dugaan kejanggalan dalam perekrutan perangkat desa (PD) dan badan permusyawaratan desa (BPD) di sejumlah wilayah, kali ini kabar tak sedap kembali menyeruak di Desa Silian Kota, Kecamatan Silian Raya, Minahasa Tenggara (Mitra) terkait hal yang sama.

Menurut sumber kredibel, ada dugaan intervensi oknum Anggota Dewan inisial FM dalam pengusulan BPD Silian Kota. Dirinya menduga, FM mengganti nama yang diusulkan Pemdes Silian Kota dengan orang kepercayaannya.

Sebab itu, sumber pun menceritakan, sebenarnya para calon perangkat desa dan BPD Silian Kota dilantik Senin (18/05/2020), tapi tidak terlaksana karena salah satu nama yang tadinya diusulkan Pemdes sebagai BPD tidak ada dalam daftar pelantikan yang ternyata sudah digantikan orang lain.

“Tadinya, saya yang diusulkan sebagai BPD dan sudah fix semuany. Namun dekat waktu pelantikan nama saya sudah tidak tercantum lagi, malah justru telah digantikan orang lain. Saya mendapatkan informasi, orang yang menggantikan saya, diduga adalah oknum kepercayaan pak dewan,” beber sumber.

Ia menambahkan, pada saat mengetahui persoalan tersebut, Hukumtua Ben Watania, langsung menghubungi Camat Silian Raya dan meminta agar pelantikan PD dan BPD Silian Kota untuk ditunda.

Namun Ben Watania saat dihubungi sejumlah wartawan membantah hal tersebut. Menurut dia, tidak dilaksanakannya pelantikan dikarenakan adanya permasalahan administrasi yang harus diselesaikan dengan Dinas PMD.

“Masalahnya bukan seperti itu, saya tunda dulu pelantikannya karena ada masalah administrasi yang belum selesai,” kata Watania.

Saat ditanya informasi terkait adanya dugaan intervensi oknum Anggota Dewan dalam pengusulan BPD Silian Kota, Watania kembali membantah.

“Tidak ada. Kalau pun ada intervensi, yang pasti berkewenangan di situ adalah hukumtua. Tidak mungkin hukumtua dengarkan intervensi dari siapa pun. Tidak mungkin anggota dewan mau intervensi, itu kan semua kembali ke desa. Keputusan mutlak ada di tangan hukumtua,” sanggahnya. (HENGLY)

Baca Juga:  Dukung program bupati, Pemdes Tombatu Dua Barat perketat penanganan covid-19
  • Bagikan