Wisuda 295 mahasiswa UNIMA secara virtual, ini ungkapan hati Rektor JPAR

  • Bagikan
Rektor UNIMA Prof Julyeta PA Runtuwene memimpin langsung proses wisuda virtual dari Kampus UNIMA, Rabu (27/05/2020) siang.
Rektor UNIMA Prof Julyeta PA Runtuwene memimpin langsung proses wisuda virtual dari Kampus UNIMA, Rabu (27/05/2020) siang.

TONDANO, BERITASULUT.co.id – Pertama dalam sejarah pendidikan, khsususnya di Sulawesi Utara (Sulut), wisuda mahasiswa dilakukan secara virtual atau secara online/daring.

Itu terjadi Rabu (27/05/2020) hari ini di Universitas Negeri Manado (UNIMA), dimana wisuda program Doktor, Magister, Sarjana, dan Diploma Semester Genap tahap I tahun akademik 2019/2020, dilaksanakan secara online/daring.

Rektor UNIMA Prof Dr Julyeta PA Runtuwene MS (JPAR) memimpin langsung proses wisuda virtual dari Kampus UNIMA di Tonadano, yang didampingi beberapa Guru Besar dengan menerapkan protokol kesehatan.

Sementara peserta wisuda online dari tempat masing-masing. Adapun peserta wisuda berjumlah 295 orang, yang terdiri dari program Doktor 3 orang, Magister 13 orang, Sarjana 278 orang, dan Diploma 1 orang.

Peserta wisudah virtual UNIMA.

Dalam sambutan sebagai ungkapan isi hatinya, Rektor JPAR mengatakan kalau pandemi Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 telah memberi dampak terhadap pendidikan.

“Semua sudut pendidikan memaksa kita untuk menjalankannya secara daring termasuk wisuda kali ini,” ujarnya.

Hal ini, kata dia, mengingatkan tentang apa yang pernah disampaikan Bapak Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara terkait siapa dan dimana pendidikan harus dijalankan.

“Bapak Pendidikan Ki Hajar Dewantara pernah berucap bahwa, jadikanlah setiap orang sebagai guru dan semua tempat sebagai sekolah. Ini akan menguatkan kita untuk melakukan proses belajar secara mandiri, kolaborasi pengajar-pelajar-orang tua, dan belajar dalam jaringan,” tegas Rektor perempuan pertama UNIMA ini.

Kondisi pandemi yang mengubah tatanan kehidupan, membuat Rektor JPAR terus mengajak semua pihak untuk hidup berdampingan dan berdamai dengan Covid-19.

“Hidup berdampingan dengan Covid-19 bukan berarti kita pasrah. Menjaga kesehatan dan kebersihan sebagai bentuk empati dan solidaritas kita terhadap sesama dan dunia ini,” tegasnya.

Rektor JPAR secara pribadi dan atas nama lembaga juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Sekretaris Senat, Senat, Para Pembantu Rektor, para Dekan, Direktur Pascasarjana, para Ketua Lembaga, ketua Panitia Wisuda Prof Achmad Paturusi dan seluruh panitia, Ketua Pusat Komputer (Puskom) Dr Joy Kumaat bersama tim, Ketua Jurusan PTIK Alfrina Mewengkang SKom MEng bersama tim.

Baca Juga:  Walikota GSVL dan isteri kompak urus makanan korban banjir

“Apresiasi yang tinggi saya ucapkan kepada semua pihak yang bekerja luar biasa, sehingga wisuda daring dapat terlaksana dengan baik. Wisuda daring ini tidak bisa lepas dari peran penting tim IT yang dikoordinir oleh Ketua Panitia melalui Ketua Pusat Komputer,” ucapnya.

Tak lupa ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang selama ini membantu UNIMA, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam hal ini Gubernur Olly Dondokambey, orang tua mahasiswa, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan.

“Terima kasih Pak Gubernur selaku Ketua Dewan Penyantun yang selama ini membantu dan selalu memberikan dorongan kepada UNIMA, seluruh staf dosen dan tenaga kependidikan yang telah membina mahasiswa, orang tua mahasiswa yang penuh kesabaran mendampingi mahasiswa,” kata isteri tercinta Walikota Manado, DR GS Vicky Lumentut ini.(DONWU)

  • Bagikan