Dotulong : Tahapan Pilkada mengacu PKPU nomor 5 tahun 2020

  • Bagikan

RATAHAN, BERITASULUT.co.id – Menghadirkan dua narasumber dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Utara yakni Salman Saelangi dan Lanny Ointu, KPU Minahasa Tenggara (Mitra) melaksanakan sosialisasi terkait PKPU nomor 5 tahun 2020 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Usai kegiatan, Ketua KPU Mitra Wolter Dotulong didampingi Komisioner Otniel Wawo, Otnie Tamod dan Johnly Pangemanan menjelaskan, sosialisasi PKPU 5/2020 dilakukan karena ada perubahan terkait dengan pelaksanaan Pilkada 2020.

“KPU melaksanakan sosialisasi PKPU karena ada perubahan akibat terjadinya pandemi covid-19. Karena itu penting untuk disosialisasikan kepada seluruh stakeholder terkait,” jelas Dotulong kepada wartawan, Kamis (25/06/2020).

Ia pun menerangkan, yang dimaksud dengan adanya perubahan adalah bergesernya seluruh tahapan yang belum dilakukan akibat dari wabah virus corona yang sekarang ini melanda.

“Jadi bukan berarti karna begeser kemudian tahapannya tidak dilaksanakan. Prinsipnya semua tahapan Pilkada akan dilakukan sesuai dengan PKPU 5 tahun 2020,” terang Dotulong.

Sementara itu, Lanny Ointu memastikan kesiapan jajaran KPU sampai tingkat PPK dan PPS dalam melaksanakan seluruh tahapan Pilkada akan bekerja dengan standar protokol covid. Jadi saat turun lapangan wajib menggunakan alat pelindung diri atau APD.

Disisi lain, Salman Saelangi pun mengatakan pelaksanaan Pilkada yang diundur ke tanggal 9 Desember 2020 dari 23 September 2020, tidak bisa ditawar lagi karena sudah menjadi sebuah keputusan.

“Mau tidak mau harus kita sikapi bersama. Sebab ini sudah menjadi tugas dan tanggung jawab yang harus kami laksanakan selaku penyelenggara yang sejak awal telah dilantik dan diambil sumpahnya,” tukas Salman.

Makanya kata Salman, dengan adanya perubahan PKPU dan pelaksanaan Pilkada pada masa pandemic ini, maka harus dilakukan koordinasi kepada semua lini dalam rangka mensukseskan Pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang.

Baca Juga:  Di 5 kelurahan di Mapanget, JPAR kembali gaungkan program Universal Coverage

“Pilkada ini adalah Pilkada yang mahal karena kita dituntut untuk mengikuti protokol covid-19. Makanya pihak penyelenggara baik KPU dan Bawaslu didalamnya pihak keamanan dituntut untuk saling berkoordinasi dalam upaya mensukseskan Pilkada kali ini,” tuturnya.

Adapun kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini atau via aplikasi video zoom dipandu langsung Komisioner KPU Mitra Otniel Wawo, diikuti Wakil Bupati Jocke Legi, perwakilan Kejaksaan dan Polres Mitra, Disdukcapil, Kesbangpol, Dinkes, unsur pers, tokoh masyarakat dan agama, LSM serta PPK dan PPS. (HENGLY)

  • Bagikan