MANADO  

Marijo Ba Kobong, GSVL canangkan penanaman 100 hektar lahan kedelai di Manado

MANADO, BERITASULUT.co.id – Program ‘Marijo Ba Kobong” yang digagas Walikota Manado Dr GS Vicky Lumentut (GSVL) telah sukses dengan sudah beberapa kali melakjukan panen komoditi, berupa jagung, kacang hijau, cabai/rica, tomat dan lain sebagainya.

Kini, Walikota GSVL menatap komoditi lain berupa kedelai yang akan ditanam di lahan-lahan tidur atau lahan kosong di Kota Manado ini.

Dan Selasa (29/09/2020), telah dilakukan pencanangan penanaman kedelai varietas anjasmoro di lahan seluas 25 hektar menuju 100 hektar, berlokasi di Kelurahan Bengkol, Kecamatan Mapanget, di lahan milik Youla Bukara bersama Kelompok Tani Perintis II bekerjasama dengan Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan (PKP) Kota Manado.

Pada kesempatan tersebut, Walikota GSVL memberikan apresiasi kepada pemilik lahan, Kelompok Tani Perintis dalam gerakan ‘Marijo Ba Kobong’ penanaman bibit kedelai yang diawali dengan penanaman bibit di atas lahan 25 hektar menuju 100 hektar lahan perkebunan dengan usia panen 90 hari.

Targetnya, menjadikan Kota Manado sebagai salah satu daerah penghasil kedelai di Sulawesi Utara.

“Torang ba tanam dan menyiram. Tuhan yang memberih pertumbuhan,” ucap Walikota dalam giat tersebut, seraya mengingatkan agar mayarakat tetap patuh pada protokol kesehatan COVID-19 dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menjauhi kerumunan.

Diketahui, kedelai merupakan sumber protein yang memiliki segudang manfaat untuk tubuh. Olahan paling populer dari kedelai adalah tempe dan tahu.

Menurut ahli nutrisi, kedelai mengandung antioksidan dan fitonutrien yang terkait dengan berbagai manfaat kesehatan. Selain komponen utamanya protein, kedelai mengandung karbohidrat dan lemak dalam jumlah baik.

Kedelai adalah sumber protein nabati dan lemak. Terlebih ada kandungan serat yang tinggi, baik untuk kesehatan usus. Kedelai merupakan bahan makanan yang mudah didapat. Selain itu, budidaya kedelai juga mudah dilakukan sendiri di rumah.

Kacang kedelai yang diolah menjadi tepung kedelai secara garis besar dapat dibagi menjadi 2 kelompok manfaat utama, yaitu: olahan dalam bentuk protein kedelai dan minyak kedelai.

Dalam bentuk protein kedelai dapat digunakan sebagai bahan industri makanan yang diolah menjadi: susu, vetsin, kue-kue, permen dan daging nabati serta sebagai bahan industri bukan makanan seperti: kertas, cat cair, tinta cetak dan tekstil. Sedangkan olahan dalam bentuk minyak kedelai digunakan sebagai bahan industri makanan dan non makanan.

Industri makanan dari minyak kedelai yang digunakan sebagai bahan industri makanan berbentuk gliserida sebagai bahan untuk pembuatan minyak goreng, margarin dan bahan lemak lainnya. Sedangkan dalam bentuk lecithin dibuat antara lain: margarin, kue, tinta, kosmetika, insectisida dan farmasi.

Ciri dan Umur Panen

Panen kedelai dilakukan apabila sebagian besar daun sudah menguning, tetapi bukan karena serangan hama atau penyakit, lalu gugur, buah mulai berubah warna dari hijau menjadi kuning kecoklatan dan retak-retak, atau polong sudah kelihatan tua, batang berwarna kuning agak coklat dan gundul.

Panen yang terlambat akan merugikan, karena banyak buah yang sudah tua dan kering, sehingga kulit polong retak-retak atau pecah dan biji lepas berhamburan. Disamping itu, buah akan gugur akibat tangkai buah mengering dan lepas dari cabangnya. Perlu diperhatikan umur kedelai yang akan dipanen yaitu sekitar 75-110 hari, tergantung pada varietas dan ketinggian tempat.

Perlu diperhatikan, kedelai yang akan digunakan sebagai bahan konsumsi dipetik pada usia 75-100 hari, sedangkan untuk dijadikan benih dipetik pada umur 100-110 hari, agar kemasakan biji betulbetul sempurna dan merata.(LIPSUS)