
MANADO, BERITASULUT.co.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Manado kembali diterpa isu tak sedap. Lagi-lagi soal tudingan pelayanan lambat dan tidak memihak ke masyarakat.
Kadis Dukcapil Manado Julises Oehlers pun angkat bicara, dan justru menanyakan balik dimana letak indikator penilaian sehingga dinas yang dipimpinnya diberitakan pelayanan buruk.
“Kalau masih ada kekurangan, kami maklumi, dan biasanya langsung perbaiki ke arah yang baik. Tapi kalau dibilang lambat dan kinerja buruk tolong tunjukkan ke kami indikator penilaiannya seperti apa,” ujarnya, Sabtu (19/12/2020) pagi.
Oehlers menegaskan, seluruh pelayanan Dinas Dukcapil sudah menggunakan sistem dengan standart pelayanan yang sudah ada.
“Pelayanan di Dinas Dukcapil Manado sudah menggunakan online berbasis website. Setiap hari kami juga umumkan di laman Facebook yang sudah selesai. Sedangkan untuk perekaman pemula harus datang di kantor capil untuk difoto dan diambil sidik jari serta irish mata,” jelas Oehlers.
“Prosesnya saat ini memang memakan waktu, karena kondisi Covid-19 alat selalu dibersihkan dengan alkohol sebab semua alat kontak langsung dan bergantian,” tegasnya.
Lebih lanjut, Oehlers menjelaskan, untuk mengetau proses dokumen yang masuk di capil dipastikan menggunakan CTS, Control Tracking Sistem.
“Artinya ketahuan kapan dokumen masuk, dan kalau ada kendala bisa ketauan dimana kendalanya,” tandas mantan Kabag Hukum Setda Kota Manado ini.(DONWU)


















