Pdt Sondakh mengakui, ada biaya yang harus dibayar selama pembinaan di PPWG sebesar Rp7,5 juta untuk membayar biaya makan, pemateri dan hal lain yang dibutuhkan selama pelatihan.
Sedangkan untuk vikaris pendeta gelombang kedua, saat ini ditempatkan di jemaat masing-masing untuk enam bulan kedua.
“Ada banyak agenda GMIM di tahun 2021 ini, sebab itu vikaris di gelombang kedua masih ditempatkan di jemaat masing-masing,” ujar Sekretaris Departemen Pekerja GMIM Pdt Lucky Tumbelaka MTh.
Ia menjelaskan vikaris gelombang kedua akan segera dibagi dalam kelompok dan beri mentor oleh Sinode, untuk diarahkan pada pembuatan laporan.
Diketahui, saat ini GMIM memilik 300 orang vikaris pendeta pada gelombang pertama, dan 317 orang pada gelombang kedua.
(ddkg)



















