Markus bertujuan untuk memperkuat dasar iman orang percaya di Roma, untuk mendorong mereka agar tetap setia menderita demi Injil, dengan memperhadapkan kepada mereka kisah kehidupan, penderitaan, kematian serta kebangkitan Tuhan Yesus.
Karena pada masa itu, orang percaya diperlakukan dengan kejam dan banyak diantaranya disiksa dan dibunuh dibawah pemerintahan Kaisar Nero (Lucius Domitius Ahenobarbus).
Markus 6:14-29 merupakan salah satu kisah perjalanan Yesus dan para murid-Nya di Galilea, di sana Yesus membagi tugas kepada mereka untuk memberitakan Injil dan mengajar di berbagai kota (Mark 6:7).
Hal itu semakin membuat nama Yesus dikenal banyak orang sehingga memuncuikan rumor tentang siapa Yesus. Herodespun menganggap Yesus adalah “Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya dan yang bangkit lagi”, ia merasa terganggu dengan popularitas Yesus (14-16).
Raja Herodes yang dimaksudkan di sini adalah Herodes Antipas, Putra Herodes Agung, la memerintah Galilea dan Perea tahun 4 SM-39 M dan menikah dengan Phasaelis, Putri Areta IV Philopatris, dari Nabatea (kerajaan bangsa Arab Kuno).
Herodes kemudian menceraikan istrinya untuk menikahi Herodias, istri saudaranya, Filipus (Herodes Filipus 1). Kama itulah Yohanes menegurnya “Tidak halal engkau mengambil istri saudaramu!” (17-18).
Herodias adalah Putri Yahudi dari Dinasti Herodes, yang juga keponakan dari Herodes Antipas sendiri. Herodias tersinggung atas teguran Yohanes tentang pernikahannya dengan Herodes dan menyimpan dendam (Yun “enekh’o = menaruh dendam).
Kuasa dendam telah memengaruhi Herodias sehingga dengan menghalalkan segala cara ia ingin melenyapkan nyawa Yohanes Pembaptis.















