Di sisi lain Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu Yohanes adalah orang benar dan suci.
Hatinya terombang ambing/bingung oleh karena pertentangan antara kekagumannya terhadap Yohanes dan kehidupan-nya dalam dosa (19 -20).
Kaum elit dari kalangan pemerintah, angkatan bersenjata dan strata sosial diundang dalam pesta ulang tahun Herodes.
Herodias memanfaatkan kesempatan itu dan membuat siasat dengan cara menyuruh anak gadisnya, Salome (anak dari penikahannya dengan Filipus) untuk menari di hadapan Herodes dan para tamunya.
Berdasarkan tradisi, sangat tidak senonoh bagi putri raja untuk menghibur tamu-tamu terhormat dengan cara semacam itu. Pekerjaan itu merupakan tugas seorang budak.
Tetapi demi membalaskan dendamnya, Herodias menjalankan siasat ini dengan memanfaatkan keadaan Herodes yang telah dibawah pengaruh minuman keras dan sensualitas.
Siasat ini berhasil, karena Herodes akhirnya mengucapkan janji dan bersumpah “Apa saja yang kau minta akan kuberikan kepadamu sekalipun setengah dari kerajaannku”.
Herodias menyuruh Salome untuk meminta “Kepala Yohanes Pembaptis”. Jika saja Herodes memakai akal sehatnya, maka pesta tersebut tidak akan “mematikan” orang lain.















