Di gunung Sinai bumi bergoncang ketika orang Israel mendengarkan suara Allah berfirman.
Tapi digunung Sion orang Kristen berhadapan dengan Allah yang berbicara dengan penuh belas kasih melalui Yesus Kristus.
Sebab sebagaimana nubuatan dalam Hagai 2:7, bahwa, Allah terus menyatakan karya selamat-Nya bagi alam semesta yang memuncak pada diri Yesus Kristus dalam suatu penghakiman yang akan menggoncangkan langit dan bumi serta yang akan tetap ada hanyalah Firman-Nya.
Ayat 28: Oleh karena karya keselamatan Allah yang mengagungkan di dalam dan melalui Yesus Kristus, kita diajak untuk mengucap syukur kepada Tuhan.
Ungkapan syukur ini akan mendorong kita melayani Tuhan. Beribadah kepada Tuhan menurut cara yang berkenan kepada-Nya dengan hormat dan takut kepada-Nya.
Ayat 29: Kendati Allah itu penuh belas kasih, Allah kita adalah api yang menghanguskan, bahwa Allah menghendaki kita untuk hidup kudus dan menentang dosa.
Makna dan Implikasi Firman
Sebagai orang Kristen, kita boleh bermegah (Roma 5:11) atas ibadat korban penebusan yang dikerjakan Allah dalam Yesus Kristus.
Allah tetap menuntut dari kita tanggungjawab iman atas ibadat korban penebusan itu. Salah satu bentuk tanggungjawab kita adalah mengucap syukur kepada Tuhan.
Setiap bentuk ungkapan syukur kita, baik dalam kata dan perbuatan bukan lagi sebagai “ibadat korban” pendamaian seperti yang lazim dalam PL (Imamat 16) melainkan sebagai ungkapan terima kasih kepada Tuhan atas karya selamat-Nya untuk kita.
















