Polda Sulut hebat! Kembali gelar perkara “kasus dego-dego”, perkaranya naik tahap penyidikan?

  • Bagikan
Polda Sulawesi Utara.

Manado, BERITASULUT.co.id – Polda Sulawesi Utara (Sulut) hebat, karena akhirnya mengabulkan permohonan para Pelapor untuk melakukan gelar perkara kembali kasus dugaan penyerobotan atau penguasaan tanah tanpa hak di lahan eks RM Dego-Dego.

Perkara yang dimaksud yakni terkait Laporan Polisi Nomor LP/B/477/X/2020/SPKT tertanggal 19 Oktober 2020 tentang laporan penyerobotan tanah milik Ny Nancy Howan yang dilakukan oleh MT (pemilik bangunan eks RM Dego-dego), yang terletak di Jalan Wakeke, Kelurahan Wenang Utara, Kecamatan Wenang, Kota Manado.

Gelar perkara kembali ini dilaksanakan berdasarkan permintaan dari Itwasda Polda Sulut terkait Dumas Presisi yang dilakukan oleh Clift Pitoy selaku kuasa hukum dari Pelapor Nancy Howan dkk.

Apalagi dikabarkan karena mendapat perintah langsung Kapolda Sulut Irjen Pol Setyo Budiyanto, maka gelar perkara kemudian dilakukan di Ruang Gelar Mapolda Sulut, Jln Bethesda Ranotana, Manado, Kamis (17/11/2022) siang.

Gelar perkara ini dipimpin Wadireskirum Polda Sulut AKBP Bambang Ashari Gatot, dan dihadiri peserta yakni Kabag Wassidik Ditreskrimum Polda Sulut AKBP Serfie Bokko, Kompol Darmanto, Kompol Wayan, AKBP Benny Ansiga, AKBP Farly Rewur, AKBP Sjanette Katoppo, AKP James Mamengko.

Ada pula Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol Sugeng Wahyudi Santoso, Iptu Budi Sialoho, Aiptu Fanny Takumansang, Para Pelapor, Terlapor, Aswin Kasim selaku Kuasa Hukum Terlapor, Clift Pitoy selaku Kuasa Hukum Pelapor.

Dihadirkan pula saksi ahli yakni Dr Michael Barama SH MH, Johny Lembong SH MH, Lucky Kessek ST, dan Kepala Seksi Pengendalian dan Penanganan Sengketa Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Manado Nensi Runturambi.

Tak hanya itu, gelar perkara ini bahkan diawasi dan dipantau langsung Wakapolda Sulut Brigjen Pol Johnny Eddizon Isir.

Baca Juga:  Masih ingat kasus kematian Kepala BPBD Minsel? Ini kabar terbaru dari Polres Minsel

Usai gelar perkara, Clift Pitoy selaku Kuasa Hukum Pelapor yang dimintai keterangan mengatakan bahwa gelar perkara kali ini berkaitan dengan tindakan penyidik yang dinilai telah lalai dalam melaksanakan tugas, karena tidak mengikuti perintah pimpinan gelar yang dituangkan dalam Pemberitahuan Perkembangan Penanganan Dumas (SP3D) bulan Juli 2022.

Apakah akan naik ke tahap penyidikan? Ia optimis kalau kasus ini akan dibuka kembali dan naik ke tahap penyidikan.

“Hal mana tidak akan merubah hasil gelar yang sudah pernah dilaksanakan pada Juli 2022 yaitu perkaranya harus ditingkatkan ke tahap penyidikan. Semua hasil penyelidikan perkara secara jelas termuat dalam surat SP3D sehingga gelar perkara hari ini tidak akan merubah keputusan para peserta gelar bulan Juli 2022,” ujarnya optimis.

  • Bagikan