Bahwa Tuhan bukan hanya memberikan apa yang dibutuhkan manusia secara jasmani, tetapi juga berkenan memberikan kerajaan itu, maka jangan takut (ayat 32).
Yesus mau mengarahkan supaya hati dan pikiran murid-murid tidak hanya tertuju pada kepunyaan/harta yang ada di dunia.
Tetapi kepunyaan/harta yang jauh lebih mulia ada di dalam Tuhan, yang tidak dapat diambil oleh pencuri dan tidak rusak.
Karenanya bermurah hatilah bagi sesama manusia (membagi berkat), supaya boleh terkumpul harta sorgawi (ayat 33).
Hati dan pikiran yang tertuju pada harta dunia mengobarkan kekuatiran yang kronis, karena “di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada”.
Membagi harta dengan sesama manusia yang membutuhkan merupakan ekspresi tiadanya kekuatiran, tidak takut terhadap masa yang akan datang dan ini merupakan proses terkumpulnya harta sorgawi sehingga pasti hati juga berada di sana (ayat 34).
Makna dan Implikasi Firman
Kuatir adalah gejala mental yang dialami oleh seseorang, saat dia takut/gelisah/cemas terhadap sesuatu hal yang belum diketahui pasti.
Perasaan ini tentu wajar bagi manusia, tetapi menjadi bahaya besar jika seseorang hidup terus dalam kekuatiran karena itu mengancam kehidupannya.















