Ardiles mengajak media massa agar terus mensosialisasikan pada seluruh stakeholder, termasuk kepada masyarakat agar menghindari semua konflik politik agar pelaksanaan Pemilu dan Pilkada 2024 berjalan kondusif dan baik.
“Ini juga bagiam dari upaya Bawaslu untuk memetakan sejak awal kerawanan pemilu agar dapat dicegah dan dimitigasi,” tandas Ardiles.
Sementara itu, Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty menjelaskan bahwa, IKP lahir dari peristiwa-peristiwa yang sudah dilewati baik Pilkada 2018, Pemilu 2019, dan Pilkada 2020, sehingga data tersebut berdasarkan kejadian yang riil.
Dikatakannya, tujuan IKP dilahirkan adalah untuk menunjukkan bahwa adanya peta-peta kerawanan tinggi.
“Tingginya IKP di Sulut ini, salah satu kontribusinya ketika dilihat dari data agregat kabupaten/kota,” katanya.
Untuk itu, ia pun memuji Bawaslu Sulut karena menjadi Bawaslu pertama yang menggelar Rapat Koordinasi Penguatan Kelembagaan Bawaslu Provinsi Sulawesi Utara kepada Media Massa Tahun 2023.
(donwu)















