Pelapor merasa janggal, isi SP3D Polda Sulut kasus “dego-dego” diduga tak sesuai hasil Gelar Perkara Khusus

Keadilan terus dikejar Nancy meskipun sudah kesekian kalinya bolak-balik Polda Sulut.

Ia juga karena belum adanya tindaklanjut dari hasil gelar perkara yang dilaksanakan pada pada 17 November 2022, akhirnya 23 Desember 2022 dan 10 Januari 2023 lalu, Nancy selaku pelapor mengirim keluhan dan meminta kejelasan hukum kepada  Kapolda Sulut Irjen Pol Setyo Budiyanto, lewat surat maupun WhatssApp yang menanyakan tentang tindak lanjut laporan polisi dimaksud serta meminta audiensi.

“Permohonan audiensi kami sudah ditanggapi oleh Kapolda Sulut. Pada hari Rabu 25 Januari 2023 lalu, kami diterima oleh Spripim Kapolda Sulut Iptu Vico, dan oleh beliau (Vico), menjelaskan bahwa keluhan dari Nancy Howan melalui surat dan Via WhatsApp yang ditujukan kepada Kapolda Sulut, sudah mendapatkan tanggapan dan petunjuk dari Kapolda Sulut, dan telah di disposisikan kepada Direktur Reskrimum Polda Sulut,” lata Nancy.

Untuk itu, ia pun berharap dan bermohon kepada Kapolda Sulut  kiranya bisa memberikan penjelasan terkait kesimpang siuran yang terjadi pada laporannya, yang tak berkesuaian dengan hasil gelar perkara dan petunjuk dari Kapolda Sulut.

“Saya sebagai pelapor sangat sangat bingung, ada apa dan kenapa hasil Gelar Perkara Khusus dan petunjuk dari Kapolda Sulut berbanding terbalik dengan SP3D yang baru saja saya terima,” ujarnya.

Nancy pun bertanya, apakah mungkin ada oknum di internal Polda Sulut yang sengaja melakukan Obstruction of Justice atau upaya menghalangi penyelidikan?

“Tetapi saya pelapor yakin dan percaya dan selalu berdoa sesuai kepercayaan saya bahwa Bapak Kapolda Sulut bisa memberikan petunjuk serta kejelasan hukum kepada saya,” harap Nancy.

(donwu)