Minahasa, BERITASULUT.CO.ID – Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) terus dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama perbankan, sebagai komitmen kuat dalam memperluas jangkauan inklusi dan memperdalam pemahaman literasi keuangan bagi pelaku usaha daerah.
Kali ini, GENCARKAN sukses digelar hari ini, Selasa (26/5/2026), bertempat di Tondano, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Agenda masif kali ini secara khusus menyasar ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) se-Kabupaten Minahasa sebagai pilar utama penggerak ekonomi kerakyatan.
Kegiatan strategis ini dihadiri langsung Wakil Bupati Vanda Sarundajang, Deputi Direktur Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan LMS OJK SulutGoMalut Budiman Siahaan, Direktur Operasional Bank SulutGo (BSG) Louisa Parengkuan, Pemimpin BSG Kantor Cabang Tondano, serta Pemimpin Cabang Bank Mandiri Tondano.
Budiman Siahaan dalam arahannya menekankan bahwa program GENCARKAN 2026 didesain secara terarah agar para pelaku usaha mikro memiliki tameng yang kuat terhadap ancaman kejahatan finansial digital, sekaligus mampu memanfaatkan layanan keuangan formal secara optimal demi perluasan pasar usaha.
Vanda Sarundajang menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi aktif antara OJK dan sektor perbankan di Minahasa.
“UMKM Minahasa harus naik kelas, bukan hanya dari sisi kuantitas produksi, tetapi juga dari kemandirian dan kecerdasan dalam pengelolaan manajemen keuangan usaha,” ujarnya.
Miranda Wakari yang mewakili manajemen BSG dalam sosialisasi pilar literasi dan inklusi praktis perbankan, memaparankan bahwa tim perbankan memberikan panduan nyata mengenai manajemen pemisahan kas usaha, efisiensi transaksi harian melalui integrasi pembayaran QRIS, perluasan jaringan Agen Laku Pandai, hingga kemudahan akses permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro yang aman bagi ekosistem UMKM.
Melalui sinergi tanpa sekat antara OJK, Pemkab Minahasa, BSG selaku Campaign Manager Provinsi, dan Bank Mandiri ini, diharapkan para pelaku UMKM di Minahasa dapat tumbuh menjadi pengusaha yang cerdas finansial, tangguh, dan akuntabel demi menopang akselerasi ekonomi daerah menuju Indonesia Emas 2045.
(BSC)

















