Minahasa, BERITASULUT.CO.ID – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus SE menghadiri sekaligus memberikan materi penguatan dalam Sidang Raya (SR) XXXV Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) Tahun 2026, Selasa (30/6/2026).
Tiba di lokasi kegiatan, ia disambut Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, Pucuk Pimpinan KGPM, dan para peserta SR.
Kegiatan ini digelar sejak 29 Juni hingga 3 Juli 2026 di Kiawa Resort (KGPM Sidang Sola Gratia Kiawa), Kecamatan Kawangkoan, Kabupaten Minahasa.
Gubernur Yulius bukan sekadar membuka kegiatan, tetapi berbagi pandangan strategis seiring persiapan pemilihan kepengurusan baru Sinode KGPM.
Ada beberapa pandangan yang ia sampaikan kepada para peserta SR KGPM kali ini.
Pertama, terkait pergantian kepemimpinan adalah hal wajar dan tanda organisasi yang sehat, peluang lahirnya gagasan baru.
“Bukan hanya soal siapa yang terpilih, tetapi bagaimana kemudian menyusun program kerja yang tepat dan menjawab kebutuhan nyata,” ujarnya.
Kedua, ia mengibaratkan organisasi gereja seperti pemerintahan.
Dimana keberhasilan terletak pada perencanaan dan pelaksanaan yang benar sasaran.
“Prinsip yang sama berlaku juga bagi tubuh gereja. Saya berharap seluruh hasil dan program yang dirumuskan selama lima hari sidang ini dapat bersinergi erat dengan agenda pembangunan pemerintah daerah,” kata Gubernur.
Ketiga, ia menyampaikan apresiasi setinggi‑tingginya kepada pengurus KGPM periode sebelumnya, atas kerja sama yang erat dan kontribusi nyata.
“Tak hanya dalam pelayanan rohani, tetapi juga mendukung kemajuan daerah dan bangsa,” ucapnya.
Selain memberikan pandangan, Gubernur juga menyampaikan pesan penting kepada seluruh warga KGPM.
Ia meminta untuk tetap menjaga kerukunan dan toleransi, Sulawesi Utara harus tetap menjadi barometer toleransi beragama di Indonesia.
“Sebagai mayoritas (kristen), tanggung jawab kita lebih besar untuk merawat persaudaraan dan menghormati perbedaan.
Warga KGPM diminta untuk menghadapi berbagai tantangan zaman, baik ideologi, ekonomi, iklim, hingga sumber daya alam, dengan memperkuat nilai kebangsaan dan persatuan.
“Gereja perlu melahirkan pemimpin yang kuat secara rohani sekaligus berwawasan luas,” kata Gubernur.
Selanjutnya ia minta agar menjauhkan gereja dari politik praktis, karena hal itu dapat merusak pelayanan.
“Tetaplah melayani umat dengan tulus dan di bawah bimbingan Tuhan,” tukasnya.
Gubernur beharap semoga Sidang Raya XXXV KGPM ini menghasilkan kepemimpinan yang bijak, program yang bermutu, dan pelayanan yang semakin memberkati masyarakat luas.
(BSC)



















