Manado, BERITASULUT.CO.ID– Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Stela Marlina Runtuwene turut prihatin atas kematian calon Dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (FK Unsrat), dr Adrian Rantung, dimana korban diduga mengalami perundungan atau bullying.
Hal ini di katakanya di ruang kerjanya, Senin (13/6/2026).
Kepada wartawan, Politisi Partai NasDem ini berharap agar kematian calon dokter spesialis anestesi di Sulut diusut tuntas.
“Ini bukan pertama kalinya terjadi insiden pada peserta pendidikan dokter spesialis. Karena itu, kami berkomitmen akan menggali,membongkar akar persoalannya,karena ini bukan baru terjadi, ”ujar Stela.
Lanjutnya Memang dalam waktu dekat, kalau tidak ada hambatan Komisi IV akan memanggil pihak-pihak terkait melalui Rapat Dengar Pendapat.
“Disini ada hal yang perlu diklarifikasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” ujarnya.
Ia berharap agar tidak ada lagi kejadian seperti ini.
“Seharusnya Sulut itu bangga kalau ada dokter spesialis. Tapi ini baru di tengah jalan perjuangan sudah kehilangan nyawa,”terang Stela.
Karena itu,mungkin rapat nanti akan menjadi forum yang jujur dan transparan.
“Inilah kenapa diadakan RDP. Kenapa calon dokter spesialis ini meninggal. Apakah ada Bullying atau apapun, nanti dalam rapat kita akan mendengarkan jawabannya,” pungkas Stela.
Diketahui Komisi IV DPRD akan mengundang Rektor UNSRAT, Direktur RSUP Prof. Dr. R.D Kandou, serta pihak pengelola Program Pendidikan Dokter Spesialis untuk dimintai keterangan.
(IKA)


















