
Manado,BERITASULUT.CO.ID– Keberadaan Orang Dengan Gangguan Kejiwaan (ODGJ) di Kota Manado, sangat meresahkan masyarakat.
Hal ini pun mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Sulut Dari Partai Golkar, Vionita Kuera.
Dikatakan Legislator Dapil Nusa Utara ini, saat ini ODGJ sudah banyak berkeliaran di jalan-jalan, terlebih mereka bertelanjang.
“Dipusat Kota Manado sudah banyak yang berkeliaran. Ini apakah tidak malu kita wanita dan laki-laki bertemu dijalan dengan mereka bertelanjang. Harusnya kita malu. Jadi memang harus perlu perhatian,”ujar Ketua Bapemperda DPRD Sulut ini, dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi IV terkait pembahasan Rancangan Perubahan APBD Tahun 2026 bersama Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulut, Selasa (8/9/2026).
Menurutnya, ini harus secepatnya di tangani, harus ada koordinasi antara Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial.
“Kita juga sudah lihatkan, insiden keamanan yang sempat menghebohkan publik di Manado Town Square (Mantos), ketika seorang ODGJ masuk membawa senjata tajam dan menyerang warga. Mereka bilang bukan warga di manado, tapi namanya juga sudah di Manado, mau siapapun itu sudah menganggu kenyaman, harus segera ada perhatian serius. Kejadian itukan menjadi bukti lemahnya pengawasan dan penjangkauan pasien gangguan jiwa di lapangan,”jelasnya.
Selain Itu Kuera juga menyoroti kondisi Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Ratumbuysang yang dinilai tidak terurus, padahal selalu meminta ada suntikan anggaran untuk perbaikan.
“Setiap kali bahas anggaran, RSJ Ratumbuysanv selalu meminta tambahan anggaran. Ini apakah rusak terus karena ODGJ yang merusaknya, atau bangunannya yang kurang bagus,”ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas (Kadis) Dinas Kesehatan dr.Lidia Tulus, M.Kes mengatakan bahwa saat ini membutuhkan tes kesehatan Mental agar ODGJ yang beredar dijalan bisa di minimalisir.
“Perlu diketahui yang dilayani untuk ODGJ yang sudah masuk di RS, sedangkan yang beredar di jalan itu adalah tuhas dari Dinas Sosial,”tuturnya.
Akan tetapi, katanya Dinas Kesehatan sudah melakukan rapat koordinasi dengan Dinas Sosial Kota Manado, dan Satpol PP Manado, serta RSJ untuk dikoordinasikan penanganan pasian Jiwa yang bukan berasal dari Sulut.
“Karena tidak ada keluarga akan mendampingi setelah pasien Jiwa itu masuk. Tapi bersyukur pemerintah Kota Manado sudah menyiapkan satu selter yang dikelola dinas sosial kota manado. Jadi sudah tidak dipermasalahkan pasien ini KTP manado atau bukan. Jadi kalau pasien sudah masuk RSJ kami meminta Bantuan dari Pemkot Manado dipulangkan dan diistirahatkan di selter tersebut, dan ada pengawasan dari tenaga dari Puskesmas. Dan ini sementara dalam pemaksimalan,”pungkasnya.
(IKA)














