Banyak Dukungan Maju Rektor Unsrat, Ini Tanggapan Bijak Dr Ferry Liando

Oplus_131072

Manado, BERITASULUT.CO.ID – Dinamika menjelang pemilihan Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado periode 2026–2030 terus menghangat.

Nama Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsrat, Dr. Ferry Daud Liando, S.IP., M.Si., menjadi salah satu figur yang mendapat perhatian dan dukungan dari berbagai kalangan.

Namun, di tengah banyak dukungan dan dorongan publik yang menginginkan dirinya maju dalam kontestasi pimpinan tertinggi kampus tersebut, Doktor Ferry justru menunjukkan sikap rendah hati.

Dengan bijak ia menegaskan belum pernah mendeklarasikan diri sebagai calon rektor maupun melakukan pendekatan kepada anggota senat untuk menggalang suara.

“Terima kasih atas seluruh bentuk dukungan publik. Namun perlu saya tegaskan, selama ini saya tidak pernah mendeklarasikan diri untuk maju dalam pencalonan,” ujar Doktor Ferry, Senin (26/10/2026).

“Saya juga tidak pernah menghubungi satu pun anggota senat pemilik suara untuk menggalang dukungan,” tegas pria yang matang di berbagai organisasi ini.

Sikap tersebut memperlihatkan bahwa bagi Doktor Ferry, jabatan rektor bukan sekadar persoalan ambisi pribadi, melainkan tanggung jawab besar yang menuntut kapasitas, integritas, dan kesiapan memimpin institusi pendidikan tinggi.

Ia bahkan secara terbuka mengakui masih terdapat sejumlah figur di lingkungan Unsrat yang dinilainya memiliki kapasitas dan pengalaman lebih matang untuk memimpin universitas.

“Saya merasa belum memiliki kapasitas dan keunggulan jika dibandingkan dengan mereka,” ungkapnya.

Rekam Jejak Kepemimpinan di Lingkungan Unsrat

Meski memilih tidak mengklaim diri sebagai figur paling layak, perjalanan karier Doktor Ferry di lingkungan Unsrat menunjukkan pengalaman panjang dalam bidang akademik dan manajerial.

Sebelum dilantik sebagai Dekan FISIP Unsrat pada April 2024, ia pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, mulai dari Ketua Program Studi S1 Ilmu Pemerintahan, Ketua Program Studi S2 PSP, Ketua Jurusan Ilmu Pemerintahan, hingga Sekretaris dan Ketua Senat Akademik FISIP Unsrat.

Pengalamannya juga mencakup pengembangan pendidikan pascasarjana.

Doktor Ferry turut memprakarsai pendirian Program Magister Tata Kelola Pemilu melalui kerja sama Unsrat dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, serta merintis pengembangan bidang Ilmu Pemerintahan pada jenjang magister.

Capaian FISIP Dua Tahun Terakhir

Sejak memimpin FISIP Unsrat, sejumlah pengembangan akademik dan infrastruktur menjadi bagian dari agenda pembenahan fakultas.

Pada 2025, FISIP Unsrat menghadirkan dua program studi magister baru, yakni Magister Ilmu Pemerintahan (MIP) dan Magister Administrasi Publik (MAP).

Selanjutnya, pada 2026, tiga program studi di lingkungan FISIP, yakni Ilmu Komunikasi, Ilmu Administrasi Negara, dan Antropologi, disebut meraih predikat Akreditasi Unggul.

Pengembangan fasilitas juga dilakukan melalui kehadiran dua gedung baru yang menunjang aktivitas akademik dan pelayanan di lingkungan fakultas.

Dalam menjalankan kepemimpinannya, Doktor Ferry menitikberatkan perhatian pada penguatan mutu dan budaya akademik, pembenahan sarana-prasarana, serta pembentukan karakter dan peningkatan kapasitas kepemimpinan mahasiswa.

Mengutamakan Kepentingan Institusi

Dukungan terhadap Doktor Ferry Liando dalam bursa calon rektor menjadi bagian dari dinamika menjelang suksesi kepemimpinan Unsrat.

Namun, pernyataannya menunjukkan bahwa ia tidak ingin mendahului proses resmi maupun menempatkan ambisi pribadi di atas kepentingan institusi.

Pada akhirnya, Pemilihan Rektor Unsrat merupakan proses kelembagaan yang harus mengedepankan kapasitas, integritas, visi pengembangan universitas, serta mekanisme yang berlaku.

Bagi Unsrat, suksesi kepemimpinan bukan hanya tentang siapa yang akan menduduki jabatan rektor, melainkan juga tentang siapa yang mampu membawa universitas semakin maju, meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat riset, dan menghasilkan lulusan yang berdaya saing.

Di tengah dukungan yang terus bermunculan, Doktor Ferry Liando memilih menyampaikan sikapnya secara terbuka.

Sebuah respons yang menempatkan proses, kesiapan, dan kepentingan universitas sebagai hal yang lebih utama daripada sekadar menyatakan diri siap bertarung dalam kontestasi.

(DONWU)