Manado, BERITASULUT.CO.ID – DPRD Provinsi Sulawesi Utara menggelar rapat paripurna Istimewa, memperingati Hari Ulang Tahun ke-62 Provinsi Sulawesi Utara, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sulut, Selasa (23/9/2026).
Rapat yang dipimpin Ketua DPRD dr.Fransiscus Andi Silangen, SpB.KBD didampingi para Wakil Ketua dr. Michaela Paruntu, MARS , Royke Anter, SE.ME , Stela Marlina Runtuwene, AMd.Sek dan dihadiri Gubernur Mayjen TNI Yulius Selvanus, SE bersama Wakil Gubernur DR. Johanis Victor Mailangkay, SH.MH itu menjadi momentum introspeksi dan penegasan komitmen bersama untuk melanjutkan pembangunan daerah.
Dalam sambutan pembukanya, Ketua DPRD Sulut dr. Fransiscus A. Silangen SP,b, KBD menyampaikan 62 tahun, perjalanan provinsi Sulawesi Utara adalah sebuah perjalanan panjang yang tumbuh dari sejarah, perjuangan, dan semangat masyarakat untuk membangun daerahnya.
Sejarah Sulawesi Utara, tidak dapat dipisahkan dari perjalanan panjang masyarakat di bumi nyiur melambai, yang sejak masa ke masa telah menunjukkan semangat persatuan, kegotongroyongan, serta kecintaan terhadap daerah dan tanah air.
Dalam perjalanannya, Sulawesi Utara mengalami berbagai perkembangan dan perubahan, hingga kemudian tumbuh menjadi salah satu provinsi di kawasan utara indonesia yang memiliki posisi strategis, dengan kekayaan sumber daya alam, keanekaragaman budaya, potensi pariwisata, pertanian, perikanan, perkebunan, serta sumber daya manusia yang menjadi kekuatan utama daerah.
“Selama enam puluh dua tahun, berbagai kemajuan telah ditorehkan. infrastruktur terus berkembang, pelayanan publik ditingkatkan, akses terhadap pendidikan dan kesehatan diperkuat, sementara sektor pariwisata, pertanian, perikanan, perkebunan, perdagangan, dan ekonomi kreatif terus menjadi bagian penting dalam pergerakan daerah. Jejak tersebut tidak lepas dari pengabdian para pendahulu, para pemimpin daerah, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat yang telah memberikan sumbangsih dalam setiap tahap perkembangan sulawesi utara,” kata Silangen.
Memasuki usia ke-62 disampaikan Silangen, merupakan perjalanan yang terus berlanjut. Dalam satu tahun terakhir, berbagai capaian dan prestasi telah ditunjukkan dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pelayanan kepada masyarakat, serta berbagai bidang yang membawa nama sulawesi utara ke tingkat nasional dan internasional.
Berbagai hasil tersebut menjadi catatan penting yang patut disyukuri. namun, kemajuan bukanlah titik akhir. apa yang telah dicapai menjadi landasan untuk melangkah lebih jauh, sementara berbagai tantangan yang masih ada menuntut kita untuk terus melakukan pembenahan dan penyempurnaan.
Berbagai capaian yang telah ditorehkan tentu tidak hanya menjadi catatan dalam perjalanan pemerintahan dan pembangunan, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Di momentum bersejarah ini, DPRD provinsi Sulawesi Utara meneguhkan tekad untuk senantiasa menjadi bagian dari perjuangan rakyat. melalui fungsi pembentukan peraturan daerah, penganggaran, dan pengawasan, setiap langkah diarahkan untuk menyalurkan aspirasi, menjaga kepentingan publik, serta mendorong kebijakan yang memberikan manfaat nyata. Sejalan dengan itu, pemerintah provinsi sulawesi utara terus menggerakkan penyelenggaraan pemerintahan, memperkuat pelayanan, membuka ruang pertumbuhan ekonomi, dan mengoptimalkan potensi daerah.
Silangen memberikan apreseasi dan penghargaan kepada pemerintah provinsi sulawesi utara diberbagai kemajuan di bidang ekonomi, sumber daya manusia, pariwisata, pelayanan publik, serta prestasi putra-putri daerah menjadi bagian dari perjalanan yang patut diapresiasi.
Karena itulah, peringatan hari ulang tahun ke-62 ini tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan yang telah dilewati, tetapi juga untuk meneguhkan langkah menuju babak berikutnya.
Semangat itulah yang kita tuangkan dalam tema hari ulang tahun ke-62: “Sulut Melaju, Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan.”. Sulut melaju adalah semangat untuk terus bergerak, berani menjawab perubahan, dan membuka ruang bagi lahirnya gagasan-gagasan baru.
Maju berarti terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat daya saing, serta mengembangkan potensi daerah.
Sejahtera berarti memastikan hasil kemajuan dapat dirasakan dalam kehidupan rakyat, melalui kesempatan yang lebih luas dan pelayanan yang semakin baik.
Sebagaimana firman Tuhan dalam Yesaya 40:31: “Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan tuhan mendapat kekuatan baru. mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”
“Firman ini mengajarkan kita untuk terus melangkah dengan ketekunan dan pengharapan. Sebab perjalanan membangun daerah memerlukan kekuatan untuk bergerak keteguhan untuk menghadapi tantangan, dan kebijaksanaan untuk menentukan arah.
Oleh karena itu, atas nama pimpinan dan seluruh anggota DPRD provinsi sulawesi utara, kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan hari ulang tahun ke-62 ini sebagai momentum memperkuat kolaborasi.
Mari kita satukan gagasan, padukan kekuatan, dan bergerak dalam semangat gotong royong. pemerintah, dprd, dunia usaha, akademisi, tokoh agama, tokoh adat, generasi muda, insan pers, dan seluruh elemen masyarakat, mari mengambil bagian dalam menentukan arah masa depan sulawesi utara. Karena sulawesi utara adalah rumah kita. tempat kita berkarya, mengabdi, dan menyiapkan masa depan bagi generasi yang akan datang.

Sementara , dalam pidatonya, Gubernur Yulius Selvanus l, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh komponen masyarakat Sulut, dari Miangas hingga Pinogaluman, dan mengajak warga menundukkan kepala untuk mendoakan para pendahulu dan pejuang daerah.
Menurut Gubernur, usia 62 tahun bukan sekadar hitungan waktu, melainkan catatan panjang perjuangan, kerja keras, dan kearifan pendahulu yang menjadi fondasi kemajuan Sulut.
Gubernur menekankan, nilai kebersamaan dan toleransi yang menjadi kekuatan daerah, seperti falsafah Torang Samua Basudara dan semangat kebangsaan dari pahlawan nasional Dr. Sam Ratulangi.
Ia menyebut Sulawesi Utara sebagai “laboratorium kerukunan” yang berhasil mempertahankan keamanan, ketertiban, dan rasa persaudaraan di tengah tantangan global seperti konflik internasional, inflasi, dan dampak iklim.
Secara kinerja, Gubernur memaparkan sejumlah capaian ekonomi dan sosial provinsi. Pertumbuhan ekonomi Sulut pada Triwulan II-2026 tercatat 5,42 persen, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2025 menembus 76,32, di atas rata-rata nasional.
Angka kemiskinan dilaporkan turun ke 6,32 persen, Gini rasio terjaga pada 0,344, dan inflasi daerah terkendali pada 2,53 persen. Di sisi lain, gubernur mengakui tantangan pengangguran terbuka yang relatif tinggi pada 5,85 persen, serta perlunya fokus pada penyerapan tenaga kerja lokal melalui investasi padat karya dan pelatihan vokasi.
Pidato Gubernur juga menggarisbawahi sejumlah prestasi yang diraih Sulut, termasuk penghargaan WTP dari BPK RI sebanyak 12 kali berturut-turut, pengakuan pemanfaatan e-purchasing oleh LKPP, Universal Health Coverage Award 2026, serta penghargaan nasional lain di bidang pendidikan, kesehatan, dan penanggulangan stunting.
Pemerintah provinsi juga mencatat keberhasilan program listrik 24 jam untuk sejumlah pulau, pengembangan sektor pariwisata lewat festival internasional, dan penguatan pelatihan tenaga kerja serta program magang ke luar negeri.
Ia juga menyatakan dukungan pemerintah provinsi terhadap inisiatif pusat, termasuk pendirian sekolah, Program Makan Bergizi Gratis, dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai pendorong ekonomi kerakyatan.
Pada penutup pidatonya, Gubernur menyerukan tiga amanat penting: agar ASN memegang nilai pelayanan publik BerAKHLAK. Agar tokoh agama, masyarakat, dan pemuda menjaga keharmonisan serta menangkal penyalahgunaan, dan agar seluruh warga turut memelihara kebersihan, ketertiban, dan persaudaraan.
Tema peringatan HUT ke-62, “Sulut MELAJU (Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan) untuk Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, menurutnya menjadi panggilan aksi bersama menuju target pembangunan jangka panjang seperti visi Indonesia Emas 2045.
Acara paripurna dihadiri oleh jajaran unsur forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda), mantan gubernur dan wakil gubernur, perwakilan masyarakat sipil, delegasi konsulat Filipina di Manado, Walikota /Wakil Walikota,
Bupati/Wakil.Bupati, FKUB serta pimpinan DPRD kabupaten/kota se-Sulawesi Utara, Tokoh Masyarakat, Pemuda , PWI dan mereka yang menerima penghargaan .
Lagu lagu Daerah Sulut, sebagai khasanah budaya mewarnai pelaksanaan Paripurna Istimewa DPRD Sulut.
(ADVERTORIAL/DPRDSULUT)


















