PDI Perjuangan Gelar Apel Satgas Cakra Buana di Sulut, Komarudin Watubun: Lawan Intimidasi, Jangan Takut!

Manado, BERITASULUT.CO.ID – PDI Perjuangan melaksanakan Apel Satgas Cakra Buana, Pemantapan dan Kesiapsiagaan Pemenangan Pilkada 2024, di Lapangan Sparta Tikala Manado, Jumat (15/11/2024).

Kegiatan tersebut dihadiri ribuan Satgas Cakra Buana PDIP dari sejumlah daerah di Sulut, dipimpin langsung Komandan Satgas Cakra Buana Nasional Komarudin Watubun yang juga Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan.

Usai Fabian Kaloh membacakan ikrar Cakrabuana yang diikuti seluruh anggota Satgas.

Komandan Satgas Nasional Cakra Buana PDI Perjuangan Komarudin Watubun mengatakan kita adalah banteng-banteng sejati, dan kita telah melakukan apel Satgas mulai ujung Sumatra, Medan, Solo, Jogja, Jawa timur, dan Marauke.

“Dimana ada tempat, ada informasi, ada intimidasi, disitu kita akan tunjukan bahwa kita ada. Kita tidak pernah takut dengan siapapun. Satgas ini yang menentukan kekuasan. Apalagi kita minoritas, kalau demokrasi kita tidak benar maka kita tidak punya kesempatan seperti hari ini,” ujarnya.

Ia pun, menjelaskan bagaimana reformasi pada tahun 1998, dimana banyak mengorbankan banyak jiwa dan harta benda.

“Di era reformasi, melahirkan pemimpin-pemimpin sekarang, tukang kayu bisa jadi presiden, tukan bakso, tukang penjual pisang bisa menjadi presiden dan wakil presiden itu darah manusia yang mengalir di tanah bumi pertiwi, jadi sangat keliru kalau kita merusak demokrasi yang diperjuangkan oleh darah dan airmata,” jelasnya.

Denahan tegas, setiap langkah-langkah yang mau menghambat kebebasan rakyat dalampesta demokrasi lawan.

“Saya percaya kita punya darah pejuang, kita partai ini lahir sebagai pejuang bukan sebagai pengecut apalagi sebagai pengkhianat,” terangnya.

Jadi katanya, selama rakyat masih ditindas, diintimidasi dan dipanggil karena memilih pasangan calon sesuai hati itu kolot.

“Itu tidak bisa hidup didalam pemerintahan, karena kemerdekaan iyalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka kita usir penjajah, masa anak cucu kita buat susah karena kebebasannya. Jadi mulai hari ini, tugas satgas itu, tugas tulang partai, otot partai,” tuturnya.

Ia pun mengatakan bahwa, satu-satunya terdepan menjaga demokrasi saat ini adalah Ibu Megawati Soekarno Putri.

“Jadi kalau kita mendukung itu, kita punya komitmen demokrasi tidak boleh dihancurkan oleh atas kepentingan apapun. Demokrasi harus kita jaga, dan jangan sampai terintimidasi oleh siapapun. Kekuasan akan datang dan pergi, tetapi Republik harus dijaga sampai akhir hayat kita,” ungkapnya.

Lanjutnya, jadi siapa saja yang nenekan, mengintimidasi, buat laporan.

“Kita hidup dalam Negara Hukum. Negara Hukum tidak ada orang yang kebal hukum siapapun dia, dia buat salah, kita proses. kita punya undang-undang. Jadi kalau ada TNI Polri yang mengintimidasi silakan lapor dan bisa dipenjarakan,” ujarnya,

“Jadi kita tidak usah takut, sepanjang kita berjuang diatas konstitusi dan kehendak rakyat,” sambungnya.

Turut hadir, sejumlah pengurus DPP PDIP seperti Ronny Talapessy, Ganip Warsito dan Aryo Adhi Dharmo.

Hadir juga Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw dan Alfretd Denny Tuejeh,, serta beberapa calon Walikota dan Wakil Walikota, Bupati dan Wakil Bupati yang diusung PDIP.

(IKA)