Manado, BERITASULUT.CO.ID – Bandara Sam Ratulangi yang diklaim sebagai salah satu Bandara Internasional di Indonesia, ternyata tak seperti namanya. Ini terlihat masih minimnya fasilitas bandara kebanggaan warga Kawanua ini.
Hal ini disampaikan Anggota Komisi III DPRD Sulut Toni Supit saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama PT Angkasa Pura I, di ruang Rapat Komisi III, Selasa (11/2/2025).
“Saya berapa kali berangkat lewat Bandara Sam Ratulangi kelihatan menejemen bandara rapuh. Eskalator saja sampai sekarang saya tidak tahu sudah jadi atau belum. Itu cukup lama perbaikannya,” ujarnya.
“Jadi tentu kalau ada orang tua atau disabilitas yang tidak bisa berjalan harus menggunakan lift, tetapi tidak bisa karena sudah lama tidak digunakan dan tidak ada perawatannya,” kata Toni.
Legislator PDI Perjuangan Dapil Nusa Utara ini juga menyoriti toilet yang kurang bersih dan seringkali macet. Sabun, tisu, kebanyakan juga tidak ada, bahkan ia pun tidak melihat ada tiga jenis tempat sampah ditaruh.
“Banyak toilet kita di Bandara Sam Ratulangi, saya sering dapat itu kayak usir-usir penumpang. Begitu masuk langsung lari, karena kebersihannya kurang dan baunya menyengat sekali. Waktu dimuat ke mobil langsung digabung jadi satu kali. Padahal ada sampah kaleng, ada botol, ada plastik, dan lain-lain. Ini tentu menjadi perhatian kita dalam menyambut orang yang akan berangkat dari Bandara Sam Ratulangi,” tukasnya.
Lanjutnya, Bandara Sam Ratulangi ini sudah jadi bandara Internasional. Kalau manajemennya kurang diperhatikan dan kurang baik, ini bisa sangat memalukan.
“Nah ini tentunya menjadi perhatian pak Gubernur Sulut terpilih, semoga kedapan Bandara Sam Ratulangi bisa berbenah lebih baik lagi,” tegasnya.
(IKA)



















