Jakarta, BERITASULUT.CO.ID – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kembali melakukan mutasi terhadap 108 perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen).
Termasuk diantaranya 9 orang kapolda. Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/960/V/KEP./2026 tanggal 7 Mei 2026.
Dalam surat telegram tersebut beberapa pati mendapatkan penugasan baru untuk level jabatan yang sama.
Namun, tidak sedikit pula yang naik pangkat. Baik dari jenderal bintang satu ke jenderal bintang dua maupun dari pangkat kombes menjadi brigjen.
Berikut daftar 9 kapolda yang baru:
1. Kapolda Sumatera Barat: Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy
2. Kapolda Bengkulu: Brigjen Pol Yudhi Sulistianto Wahid
3. Kapolda Jawa Barat: Irjen Pol Pipit Rismanto
4. Kapolda Kalimantan Barat: Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar
5. Kapolda Kalimantan Utara: Brigjen Pol Agus Wijayanto
6. Kapolda Nusa Tenggara Barat: Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja
7. Kapolda Sulawesi Tenggara: Brigjen Pol Himawan Bayu Aji
8. Kapolda Sulawesi Tengah: Brigjen Pol Nasri
9. Kapolda Maluku Utara: Brigjen Pol Arif Budiman
Selain mutasi yang meliputi kewilayahan, juga sejumlah posisi strategis di Mabes Polri.
Untuk Pejabat Utama (PJU), satu personel mendapat penugasan sebagai Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri, yakni Komjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak.
Jenderal bintang tiga ini sudah tak asing lagi bagi warga Sulawesi Utara (Sulut) karena pada tanggal 4 Agustus 2020 sampai 1 Juli 2023, ia dipercaya menjabat sebagai Kapolda Sulut.
Selanjutnya dimutasi sebagai Kapolda Sumatera Utara (Sumut), dan kemudian mengemban amanat sebagai Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas).
Kepala Divisi Humas Polri Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menjelaskan, mutasi jabatan di tubuh Polri merupakan bagian dari proses pembinaan karier dan penguatan organisasi kepolisian.
“Hal itu menjadi hal yang lumrah dan biasa dilakukan oleh Korps Bhayangkara,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (9/5/2026) hari ini.
Mutasi dan rotasi jabatan juga merupakan hal yang alamiah dalam organisasi Polri.
“Ini menjadi bagian dari pembinaan karier, penyegaran organisasi, serta upaya meningkatkan profesionalisme personel dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin dinamis,” kata dia.
(BSC)











