Inggried JNN Sondakh Serap Aspirasi Warga Kalasey, Kehadiran ODGJ Dikeluhkan

Manado,BERITASULUT.CO.ID- Masa reses adalah masa anggota  DPRD untuk turun mengunjungi daerah pemilihan (dapil) masing-masing, atau Menemui konstituen  secara langsung guna mendengar keluhan, kritik, dan usulan pembangunan.

Seperti yang dilakukan Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Daerah Pemilihan (Dapil) Minahasa-Tomohon, Inggried JNN Sondakh, SE., MM., menyerap aspirasi masyarakat Desa Kalasey.

Kegiatan reses ini dilaksanakan di  Objek Wisata Mangatasik , Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa, Sabtu (1/8/2026).

Mengawali masa reses ini dilakukannya Ibadah bersama dengan WKI jemaat Eklesia Kalasey. Dengan khadim Pnt.Inggried JNN Sondakh yang merupakan WKI Jemaat Eklesia Kalasey dan Ketua WKI Wilayah Mandolang.

Dalam firman Tuhan yang disampaikan Legislator Partai Golkar ini,  bahwa kita umat yang percaya harus percaya akan pertolongan Tuhan.

“Dalam kehidupan kita pasti ada masalah, tapi kalau kita dengan yakin dan percaya setiap masalah yang kita hadapi akan dimampukan oleh Tuhan Yesus Kristus,”ungkap Sondakh.

Tak hanya itu itu pun menyaksikan bagaiman pertolongan  Tuhan dalam kehidupannya yang begitu luar biasa.

“Semua tak lepas dari pergumulan hidup. Banyak hal yang saya hadapi. Hal yang tak mungkin bisa menjadi mungkin, asal kita benar-benar percaya kepada Tuhan,”ucapnya.

Usai Ibadah, Legislator ini pun memulai dialog dengan warga secara terbuka, meayarakat pun menyampaikan aspirasi, dimana berbagai masalah dan keluhan dialami masyarakat Kalasey.

Diantaranya, warga berharap ada perhatian pemerintah untuk lampu-lampu jalan, serta pembuatan paving Block jalan.

“Berharap ada perhatian, karena kalau masuk di Kalasey sangat gelap, jadi membutuhkan penerangan di jalan-jalan yang ada, agar tidak terjadi kecelakaan. Dan juga kami berharap ada juga perhatian untuk infrastruktur jalan yang ada,”ujar warga Kalasey.

Tak hanya itu, warga pun meminta ada dukunhan Ekonomi untuk UMKM, Petani, dan juga di  sektor perekonomian.

“Kami berharap adanya perhatian  untuk program bantuan konkret bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), kelompok petani, serta nelayan setempat guna mendorong peningkatan kapasitas produksi dan kesejahteraan masyarakat,”terang warga.

Selain itu warga juga sangat merasa resa akan adanya keberadaan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), yang saat ini berada di kalasey

“Saat ini sudah banyak ODGJ berkeliaran di Kaalsey, dan ini  membahayakan keselamatan umum.  Karena ODGJ melakukan  pelemparan batu. Sehingga masayarakat sangat resa dan ketakutan. Jadi kami meminta Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, khususnya Dinas Sosial, untuk segera turun tangan dan melakukan penanganan secara terpadu untuk ODGJ yang berkeliaran di daerah Mandolang, terlebih di Desa Kalasey,”ungkap warga.

Menanggapi akan keluhan, dan aspirasi dari setiap Warga yang ada, Ketua Komisi II DPRD Sulut ini mengatakan bahwa ia sebagai waki rakyat akan terus memperjuangkan apa yang disampaikan oleh warga yang ada.

“Saya akan mengawal seluruh aspirasi masyarakat agar dapat ditindaklanjuti oleh pihak eksekutif atau dinas terkait di Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Dan seluruh masukan, baik terkait masalah sosial, soal penanganan ODGJ, perbaikan infrastruktur jalan dan penerangan jalan, hingga dorongan bantuan untuk UMKM, petani, dan nelayan, akan diperjuangkan dalam pembahasan anggaran serta koordinasi dengan pemerintah Provinsi Sulut,”pungkasnya.

Diketahui, Kegiatan reses dihadiri oleh Hukum Tua Kalasey 1 Lelly Tonggari, serta jajaran tokoh masyarakat, tokoh perempuan, dan warga setempat.

Pelaksanaan Reses II Tahun 2026  dilaksanakan mulai Sabtu 1 Agustus 2026 sampai Selasa 4 Agustus 2026.

(IKa)